Antisipasi ISIS Masuk Indonesia

Antisipasi ISIS Masuk Indonesia

Selasa, 26 Jan 2016 | 15:38 | Liani
WinNetNews.com - Dirjen Imigrasi memiliki sejumlah langkah jitu untuk antisipasi masuknya simpatisan ISIS ke Indonesia. Salah satunya dengan memperketat pemeriksaan imigrasi baik di daerah perbatasan maupun bandara atau pelabuhan.

"Masalah ISIS ini sudah kita lakukan upaya-upaya dinamisasi pengawasan di perbatasan terutama tempat pemeriksaan imigrasi di bandara pelabuhan di perbatasan darat ya kita punya empat perbatasan darat di Kalimantan Barat, di Kalimantan Timur, Papua dan di timur sementara ini penguatan antisipasi pencegahan terorisme terus kita laksanakan," ujar Dirjen Imigrasi Ronnie F. Sompie usai acara HUT ke 66 Dirjen Imigrasi, di kantor Kemenkuham, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2015).

Dia mengatakan dari 297 orang yang dilaporkan gabung ke ISIS, tercatat 80 persen di antaranya WNI sedangkan sisanya Warga Negara Asing. Adapun wacana pencabutan paspor bagi WNI yang bergabung dengan ISIS masih dalam pembahasan.

"Ini sedang diupayakan untuk revisi UU Terorisme. Berkaitan dengan bagaimana kita berupaya menghadapi WNI yang terlibat ISIS di luar negeri. Kewenangan Direktorat Imigrasi saat ini bagaimana kita membantu memulangkan WNI Indonesia yang terlibat ISIS dengan cabut paspor untuk memudahkan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum terkait. Apakah BNPT ataupun Densus. 88," bebernya.

Ronnie mengatakan, pihaknya masih melakukan pembahasan revisi UU terkait WNI yang bergabung dengan ISIS. Sebab dalam Undang-Undang No 12 tahun 2016 telah dijelaskan pemerintah tidak bisa sembarangan menghilangkan status kewarganegaraannya.

"Yang jelas UU No 12 tahun 2006 tentang warga negara tentu memberikan juga hak kepada WN kita untuk tidak hilang kewarganegaraannya oleh karena itu mengacu kepada uu ini, kita akan melakukan revisi khusus UU terorisme," pungkasnya.

Dilansir dari laman detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...