(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Antusias WNI di AS Bertemu Presiden Tanyakan Masalah Korupsi

Rani
Rani

Antusias WNI di AS Bertemu Presiden Tanyakan Masalah Korupsi

WinNetNews.com - Presiden Jokowi melakukan kunjungannya ke Amerika Serikat, guna memenuhi undangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Agenda pertama kunjungan Presiden ke Amerika Serikat adalah melakukan pertemuan dengan masyarakat Indonesia. Acara pertemuan tersebut dilakukan di Wisma Dubes RI, Washingtong DC. WNI di Amerika Serikat terlihat sangat antusias dengan kedatangan orang nomor satu RI tersebut. Ini terbukti dengan jumlah peserta WNI yang mendaftar dalam acara tersebut sangat membeludak.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari detikcom, Dubes yang akrab disapa Sonny itu menerangkan, pada mulanya KBRI Washington DC membuka pendaftaran untuk 500 orang. Hanya dalam 4 jam kursi pun ludes. Untuk menampung animo masyarakat yang tinggi, kursi ditambah menjadi 1.250. Lebih cepat dari sebelumnya, kursi habis dalam 2 jam 20 menit.

"Kita upayakan agar pertemuan itu bisa disaksikan oleh sebanyak mungkin orang. Mereka yang tidak sempat ke Wisma bisa melihat dari tempatnya masing-masing melalui streaming," kata Dubes Sonny.

Adapun WNI yang turut serta dalam acara jumpa dengan Presiden Jokowi itu berasal dari 24 negara bagian, atau hampir dari total negara bagian di AS. Sementara peserta yang terjauh berasal dari bagian New Mexico yang terletak di bagian barat daya Amerika, jika ditempuh dengan penerbangan waktu tempuhnya mencapai sekitar 4 jam.

Sementara itu, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendarat di Pangkalan Udara Joint Base Andrews Amerika Serikat, Minggu 25 Oktober 2015 pukul 12.21 waktu setempat. Berdasarkan keterangan tertulis Tim Komunikasi Kepresidenan, Senin (26/10/2015), Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo disambut oleh Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat Budi Bowoleksono, Kepala Protokol Negara Amerika Serikat Ambassador Peter Selfridge di depan pintu pesawat.

 

 

Kemudian di pukul 15.35 waktu setempat, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan meninggalkan Blair House menuju Wisma Tilden, Wisma Duta Besar LBBP RI untuk AS. Saat pertemuan dengan perwakilan WNI di Amerika Serikat, Presiden dijejali beberapa pertanyaan. Salah satunya adalah pertanyaan soal kasus korupsi di Indonesia. Presiden memberikan jawaban yang menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sedang membangun sistem yang baik utnutk mencegah terjadinya korupsi.

"Ada yang bertanya dari negara lain, parlemen datang ke saya, bagaimana pemberantasan korupsi di Indonesia. Saya jawab, sampai sekarang ini di Indonesia sudah dipenjara ada 9 menteri, 19 gubernur, 300 lebih bupati/walikota. Ada 2 gubernur BI. Negaramu berapa? Diam dia," kata Jokowi.

Baca juga artikel: Presiden Joko Widodo Tiba di AS

"Kalau tidak dibangun sistem yang baik. Sistem IT yang tidak bisa diterobos. Penegakan hukum iya saya setuju, berapa ratus pejabat ditangkap, apakah selesai? Kepercayaan saya masih sama, sistemnya dibangun, agar mencegah orang tidak ketemu orang. Izin dipercepat dengan hitungan jam. Kalau izin sampai tahun, bulan, ada tawar menawar toh?" Ungkapnya.

Presiden mengungkapkan bahwa diperlukan sistem yang serba elektronik, seperti e-budgeting, e-audit, e-purchasing dan sebagainya. Ini akan mempermudah kontrol pemerintah pusat ke daerah-daerah.

"Kita lakukan di DKI. Saya akui saat jadi gubernur e-budgeting gagal. Ngga mudah berhadapan banyak hal di lapangan. Kalau e.. e.. e.. semua diterapkan enak banget. Ngontrolnya mudah, ngeceknya mudah, untuk masuk ke sana ngga gampang," tutupnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});