(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

AP II Tingkatkan Keamanan Bagasi Penumpang di Bandara

Liani
Liani

AP II Tingkatkan Keamanan Bagasi Penumpang di Bandara
WinNetNews.com - Menurut Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, kasus kehilangan bagasi atau barang dalam bagasi sepenuhnya adalah tanggungjawab maskapai. Namun, Angkasa Pura II selaku pengelola bandara, selama ini tak tinggal diam.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang khususnya terkait keamanan bagasi. Di antaranya dengan menambah jumlah CCTV dan pengalihan dari alur bagasi manual menjadi otomatis.

"Dalam kasus ini (pencurian bagasi) tentu kita tidak lepas tangan. Kita mendukung upaya agar penumpang menjadi aman. Terkait kasus terakhir, hasil kerjasama kita pengelola bandara, itu punya kita. Dalam semester terakhir kita sudah tambah jumlah CCTV," kata Head of Corporate Secretary and Legal AP II Agus Haryadi saat berbincang dengan detikcom, Senin (4/1/2016).

Agus menerangkan, sedikitnya ada 300 CCTV yang dipasang dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Jumlah yang semakin banyak membuat area yang bisa dipantau pun semakin luas.

"Kasus kemarin jadi semacam pemicu untuk mengintrospeksi sistem keamanan, kami sudah mulai bergerak, tadi sudah kita panggil dan rapat dengan Garuda Indonesia, salah satunya membahas soal keamanan bagasi," tutur Agus.

"Semua terminal sudah ada (CCTV). Bertambahnya luasan cakupan itu ya salah satunya mendeteksi yang kemarin terungkap. Ada daerah-daerah tertentu yang memang jadi prioritas. Misalnya tempat yang memungkinkan barang tercecer atau ketinggalan," lanjutnya.

Menurut Agus, Angkasa Pura II tak bisa sendiri dalam mencegah atau menangani terjadinya pencurian bagasi. Harus juga ada rekrutmen yang berkualitas terkait porter dan petugas keamanan maskapai oleh maskapai yang bersangkutan.

"Ke depan akan dipanggil juga maskapai yang beroperasi di Cengkareng (selain Garuda Indonesia)," ungkap Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Bandara Kombes Royce Hary Langie menerangkan, tersangka yang ditangkap masing-masing bernama Saefulloh (22), Madun (29), Angga Jaya Pratama (28) dan Andi Hermanto (29). Keempatnya terdiri dari dua porter dan dua sekuriti.

Mereka sudah dipecat oleh Lion Air. Untuk sekuriti, disebut pihak Lion Air berasal dari pihak ketiga yang disewa untuk menjaga keamanan di Bandara Soekarno-Hatta.

Dilansir dari laman detiknews 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});