Apa bahaya jadi pecandu kafein?

Muchdi
Muchdi

Apa bahaya jadi pecandu kafein?

 Kafein bisa menjadi teman dan sekaligus musuh bagi tubuh Anda. Bila dikonsumsi dalam takaran tepat, kafein, seperti kopi atau teh, bisa sangat bermanfaat bagi tubuh. Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat berdampak negatif pada tubuh. Dan beberapa dari kita mungkin telah kecanduan kafein.

Penelitian telah menemukan bahwa ketika orang tidak mendapatkan jumlah kafein yang biasa mereka konsumsi setiap hari, mereka bisa menderita berbagai gejala, termasuk gemetar, sakit kepala, perubahan suasana hati dan kelelahan. Bahkan dalam kasus tertentu, mereka juga menunjukkan gejala seperti flu dan mual.

Apakah kafein bersifat sangat adiktif?

Kepada Mirror.co.uk, Dr Chidi Ngwaba mengatakan bahwa kafein sama seperti kokain dan nikotin. "Itu sangat adiktif karena langsung ke otak," katanya.

Kafein dapat memicu pelepasan adrenalin stimulan, yang membuat kita merasa lebih waspada dan mendorong kita untuk mengonsumsi lebih banyak kafein (umumnya kopi) di pagi hari.

Apa bahaya jadi pecandu kafein?

Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang mematikan. Kafein dapat meningkatkan tekanan darah yang menempatkan Anda pada risiko serangan jantung atau stroke.

Sebuah laporan di US Journal of Caffeine Research mengklaim bahwa asupan kafein secara teratur dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung koroner sebesar 40 persen dan kematian dini akibat stroke sebesar 20 persen. Asupan kafein yang tinggi juga telah dikaitkan dengan risiko keguguran.

Bila Anda termasuk pecinta kafein, para ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi kafein melebihi 400 mg per hari (200mg jika Anda hamil).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});