Apa Bedanya Teh Ocha, Oolong dan Teh Hitam? Yuk Cek!

Apa Bedanya Teh Ocha, Oolong dan Teh Hitam? Yuk Cek!

Selasa, 2 Mei 2017 | 16:35 | kontributor

winnetnews.com - Kalau kamu pernah datang ke restoran Jepang, biasanya kamu akan disajikan dengan minuman the Ocha atau teh hijau. Minuman ini memnag jadi salah satu minuman khas negeri Sakura, dan di dunia ini ada beberapa jenis teh diantaranya adalah teh hitam, teh oolong dan teh hijau (termasuk teh Ocha). Jenis-jenis tehj tersebut dibedakan berdasarkan jenis proses oksidasi alias fermentasi. Teh hitam difermentasi secara penuh, oolong difermentasi sebagian, dan teh hijau – termasuk ocha - tidak melalui proses fermentasi.

Karena ocha tidak melalui fermentasi, maka kandungan epigallocatechin 3-gallate (EGCG) dalam ocha tidak hilang oleh proses fermentasi. EGCG ini merupakan anti-oksidan yang berfungsi memerangi radikal bebas – yang merupakan salah satu penyebab kanker, penyakti kardiovaskular, dan kerusakan sel. Anti-oksidan di dalam ocha bahkan lebih baik dari vitamin C dan vitamin E, juga lebih ampuh dari resveratrol yang terkandung dalam minuman anggur.

Tak hanya itu, EGCG dalam ocha ternyata juga bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan. Penelitian menyebutkan bahwa ia dapat memicu proses pembakaran lemak, serta sedikit meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan dibarengi olahraga dan diet seimbang, ocha bisa menjadi asupan tambahan yang tepat untuk kamu.

Nah berikut ini adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat teh ocha:

  1. Letakkan poci teh di atas panas 87-88 derajat celcius.
  2. Masukkan daun teh ke dalam poci.
  3. Isi dengan air.
  4. Biarkan air memanas tapi tidak mendidih. Maksimal selama lima menit.
  5. Tuangkan ocha ke cangkir.
  6. Sajikan sesegera mungkin.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...