Skip to main content

Apa Itu Gula Rafinasi dan Kaitannya dengan Kesejahteraan Masyarakat?

Petani Tebu yang kini mendapat proteksi dari Pemerintah karena kebijakan Bursa Lelang Gula Kristal RafinasiFoto: Istimewa
Petani Tebu yang kini mendapat proteksi dari Pemerintah karena kebijakan Bursa Lelang Gula Kristal RafinasiFoto: Istimewa

WinNetNews.com - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyusun tata niaga gula nasional dengan membentuk bursa lelang gula kristal rafinasi yang dikuatkan dengan keputusan Menteri Perdagangan (Mendag) dianggap kebijakan yang pro rakyat.

Lalu, apa gula rafinasi itu?

Gula Rafinasi merupakan gula dari hasil penyaringan atau pemurnian gula kristal mentah (raw sugar). Karena sudah dilakukan pemurnian, maka kadar keputihan gula rafinasi (ICUMSA) 45.

Ciri khas gula rafinasi, tampilannya cerah, putih bersih, dan kristalnya lebih kecil lembut. Gula jenis ini umumnya dipakai pada industri makanan, minuman, dan farmasi.

Dari sisi ekonomi berkelanjutan, gula rafinasi sebenarnya memiliki kekurangan. Karena hingga saat ini, Indonesia harus mengimpor gula jenis itu.

“Kadang gula rafinasi sulit didapat oleh pengusahan makanan dan minuman sehingga menyebabkan produk makanan dan minuman berbasis gula menjadi mahal. Nah dengan keputusan Mendag mengatur tata niaga gula, diharapkan masalah tahunan itu tidak terjadi,” jelas Koordinator Indonesia Sugar Watch, Gatot Triyono, dikutip dari pernyataan resminya, Minggu (18/06/2017).

Sementara, gula kristal putih (GKP) dari tebu, memiliki kadar ICUMSA 200-300. Tingginya kadar ICUMSA GKP karena disebabkan faktor pengolahan yang belum maksimal. Meski demikian, GKP dapat dikonsumsi langsung tanpa harus diolah seperti gula rafinasi. Ciri khas gula GKP ditunjukkan dengan tampilannya yang agak kecoklatan, dan memiliki butiran kristal agak kasar.

Dari sisi ekonomi berkelanjutan gula GKP bisa mendongkrak perekonomian nasional. Industri gula GKP ini melibatkan banyak sumber daya dan komponen.

Sebab tiap tahunnya, peredaran gula rafinasi ke pasar tanah air justru lebih banyak hasil selundupan. Ini tentu memberikan dampak negatif bagi petani dan pabrik gula putih nasional.

“Tata niaga gula rafinasi akan berdampak positif kepada industri makanan dan minuman, pelaku usaha kecil dan menengah yang berproduksi mengunakan gula rafinasi. Dampak yang sama juga dirasakan petani tebu yang harga jual tebunya jatuh karena permainan mafia gula,” jelas Gatot.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top