Apa Itu Transfusi Trombosit?
ilustrasi

Apa Itu Transfusi Trombosit?

Senin, 15 Jul 2019 | 07:59 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Trombosit adalah komponen darah yang berperan dalam proses pembekuan darah dan menghentikan perdarahan. Penyakit dan pengobatan tertentu dapat menurunkan jumlah trombosit sehingga memicu kondisi yang disebut trombositopenia. Pasien yang mengalami penurunan trombosit secara drastis berisiko lebih tinggi mengalami perdarahan sehingga transfusi trombosit seringkali diperlukan untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Siapa yang memerlukan transfusi trombosit?

Jumlah trombosit pada kondisi normal berkisar antara 150.000-450.000 keping per mikroliter darah. Keping-keping darah ini hanya memiliki siklus setiap sepuluh hari. Jadi, setelah 10 hari, trombosit yang rusak akan dirombak dan diganti dengan yang baru. Setelah itu, sumsum tulang belakang memproduksi ratusan ribu trombosit baru untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Namun, proses ini dapat terhambat oleh beberapa hal, seperti:

1. Penurunan produksi trombosit

Produksi trombosit pada sumsum tulang dapat menurun karena sejumlah faktor. Misalnya karena leukemia, beberapa jenis anemia, infeksi virus, konsumsi alkohol secara berlebihan, dan obat-obatan kemoterapi.

2. Perombakan trombosit yang tidak normal

Transfusi trombosit sangat penting bagi orang-orang yang mengalami perombakan trombosit secara tidak normal. Kondisi ini terjadi apabila jumlah trombosit yang dirombak lebih banyak dibandingkan yang diproduksi. Penyebabnya dapat berasal dari berbagai faktor, misalnya:

  • Kehamilan
  • Trombositopenia akibat penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menghancurkan keping-keping darah karena menganggapnya sebagai ancaman.
  • Thrombotic thrombocytopenic purpura, yaitu kelainan darah yang menyebabkan pembentukan gumpalan darah sehingga menghambat peredaran trombosit.
  • Sindrom hemolitik uremik, yaitu infeksi pada sistem pencernaan yang mengakibatkan pembentukan zat beracun penghancur sel-sel darah.
  • Infeksi bakteri pada darah.
  • Pengobatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan rusaknya trombosit, seperti heparin, quinine, antibiotik golongan sulfa, dan antikonvulsan. 

3. Pembengkakan limpa

Limpa adalah organ berukuran kepalan tangan yang berada di bagian kiri perut, tepatnya di bawah rusuk. Organ ini berfungsi untuk melawan infeksi dan menyaring zat-zat yang tidak diperlukan oleh darah. Limpa yang membengkak dapat menyebabkan penumpukan trombosit sehingga sirkulasinya dalam darah pun berkurang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...