Apa Perbedaan Gangguan Otak pada Pria dan Wanita?
Foto: Pexels

Apa Perbedaan Gangguan Otak pada Pria dan Wanita?

Selasa, 8 Mei 2018 | 09:10 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Pria dan wanita tentu memiliki pemikiran yang berbeda. Ya  lihat saja cara mereka move on dari mantan mereka, pria lebih cepat move on daripada wanita, namun wanita lebih cepat melupakan daripada pria. 

Tapi ada saat-saat tertentu wanita sangat rentan terhadap gangguan otak dan mental mereka. Sistem pencitraan yang dapat membedakan perbedaan jenis kelamin dalam fungsi otak, bisa memainkan peran penting dalam pengembangan pengobatan baru.

Untuk lebih memahami penyebab gangguan mental pada penyakit seperti Alzheimer, dan mengembangkan pengobatan yang lebih baru dan lebih bertarget, periset Amerika di Amen Clinics, di Newport Beach, California, menganalisis fungsi 128 wilayah otak pria dan wanita.

Di antara subjek yang diteliti, 26.683 menderita berbagai kondisi kejiwaan (gangguan bipolar, gangguan mood, psikosis, skizofrenia, attention deficit dan gangguan hiperaktif), dan 119 adalah sukarelawan sehat.

Para peneliti menggunakan sistem scintigraphic presisi tinggi, pencitraan SPECT (single photon emission computed tomography), yang menghasilkan gambar dan model 3D organ dan metabolisme mereka, untuk mengidentifikasi zona hipoaktif dan hiperaktif pada otak subyek.

Begini perbedaan pria dan wanita dalam gangguan otak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak wanita yang sehat lebih banyak aktif di lebih banyak area daripada otak pria yang sehat.

Di antara wanita yang menderita gangguan jiwa, aktivitas serebral sangat padat pada tingkat korteks prefrontal, wilayah otak yang terkait dengan konsentrasi, kontrol emosi dan sistem yang terkait erat dengan kegelisahan dan mood.

Di antara pria, wilayah yang bertanggung jawab untuk penglihatan di lobus oksipital, dan wilayah yang bertanggung jawab untuk koordinasi dalam lobus temporal, yang juga terkait dengan berbagai fungsi kognitif (pendengaran, bahasa, memori dan pengenalan objek), lebih aktif daripada mereka, termasuk wanita.

Temuan ini sebagian dapat menjelaskan mengapa wanita sering menunjukkan kemampuan yang lebih besar untuk empati, intuisi, kolaborasi, pengendalian diri, dan perhatian yang tepat, dan juga mengapa mereka lebih rentan terhadap kecemasan, depresi, insomnia dan gangguan makan.

Dengan mempertimbangkan perbedaan otak berbasis gender ini, dapat membuka jalan bagi penelitian inovatif, terutama di bidang penyakit Alzheimer (AD), menyimpulkan penelitian ini.

Seperti dikutip dari Thestar, perlu dicatat bahwa wanita lebih cenderung menderita depresi, yang merupakan faktor risiko yang diketahui untuk gangguan Alzheimer, dan kecemasan. Pria lebih cenderung menderita kurang perhatian dan gangguan hiperaktif serta masalah perilaku.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...