(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Apa Resiko Manusia yang Memiliki Tubuh Tinggi?

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

Apa Resiko Manusia yang Memiliki Tubuh Tinggi? Foto: Istimewa

WinNetNews.com - Kita sering melihat manusia bertubuh tinggi, entah itu pria maupun wanita. Manusia bertubuh tinggi memang paling enak dilihat, memakai pakaian apapun sepertinya pantas saja.

Tapi dibalik indahnya penampilan si tinggi, ada beberapa masalah yang dihadapi. Semakin tinggi tubuhmu, semakin tinggi risikonya untuk mengembangkan bekuan darah.

Itulah temuan pembukaan mata pelajaran sebuah studi baru di jurnal American Heart Association Circulation: Genetika Kardiovaskular.

Setelah mempelajari lebih dari dua juta orang Swedia, peneliti menemukan bahwa pria yang lebih pendek dari 5'3 beresiko mengalami pembekuan darah yang dimulai dengan vena, atau tromboemboli vena, turun 65% jika dibandingkan dengan pria 6'2" atau lebih tinggi.

"Tinggi badan bukanlah sesuatu yang bisa kita lakukan," kata profesor biro Universitas Lund dan Bengt Zöller, M.D., Ph.D. di Universitas Lund, Malmö University Hospital di Malmö, Swedia.

"Namun, tingginya populasi yang meningkat, dan terus meningkat, yang dapat berkontribusi pada fakta bahwa kejadian trombosis telah meningkat." tambahnya.

Perkiraan CDC tentang tromboemboli vena menunjukkan bahwa tromboemboli vena mempengaruhi hingga 600.000 orang Amerika setiap tahun, menjadikannya penyebab utama serangan jantung dan stroke ketiga. Pemicu yang paling umum adalah operasi, kanker, imobilisasi dan rawat inap.

"Bisa jadi karena individu yang lebih tinggi memiliki pembuluh darah kaki yang lebih panjang, ada area permukaan yang lebih banyak dimana masalah bisa terjadi. Ada juga tekanan gravitasi pada pembuluh darah vena orang yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan risiko aliran darah melambat atau berhenti sementara." katanya, seperti dikutip dari nydailynews.

"Saya pikir kita harus mulai memasukkan tinggi dalam penilaian risiko seperti kelebihan berat badan. Meskipun studi formal diperlukan untuk menentukan seberapa tinggi keterkaitan dengan kelainan darah yang diwariskan dan kondisi lainnya." kata Zöller.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});