Apa yang Harus Dilakukan Bila Terdiagnosis Kanker Ovarium Saat Hamil?
ilustrasi

Apa yang Harus Dilakukan Bila Terdiagnosis Kanker Ovarium Saat Hamil?

Selasa, 6 Apr 2021 | 12:00 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Kanker ovarium merupakan kanker yang menyerang sel indung telur. Kanker ini termasuk dari sepuluh kanker yang sering terjadi pada wanita Indonesia. Risiko kanker ovarium selama masa kehamilan pada umumnya cukup rendah, yakni 1:18.000 dari tiap kehamilan.

Kanker ovarium yang terjadi pada masa kehamilan biasanya dapat terdeteksi lebih cepat. Hal ini dikarenakan orang yang sedang mengandung lebih sering periksa ke dokter kandungan untuk melihat kondisi janin yang dikandungnya. Jika Anda didiagnosis menderita kanker ovarium saat hamil, Anda harus mengonsultasikannya pada beberapa ahli agar mendapatkan solusi terbaik, misalnya pada ahli kanker, dokter kandungan, dan dokter anak.

Gejala dan tanda kanker ovarium saat hamil

Gejala dan tanda kanker ovarium pada saat hamil sama dengan gejala saat tidak sedang hamil. Pada fase awal biasanya tidak ada gejala dan ciri yang berarti. Kalaupun Anda merasakannya, mungkin terasa ringan hingga sulit dibedakan dari ketidaknyamanan yang ditimbulkan karena kehamilan itu sendiri.

Berikut beberapa gejala yang biasanya menandai kanker ovarium:

  • Perut terasa kembung dan nyeri
  • Mulas
  • Kurang nafsu makan
  • Merasa cepat kenyang saat makan
  • Sering buang air kecil
  • Kelelahan
  • Nyeri punggung
  • Sembelit (susah buang air besar hingga berhari-hari atau berminggu-minggu)

Beberapa gejala di atas umumnya memungkinkan muncul saat kehamilan. Namun, jika Anda merasakan kondisi yang lebih buruk, segara konsultasikan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tes yang biasa dilakukan untuk kanker ovarium

Biasanya dokter akan melakukan serangkaian pengujian untuk mendiagnosis kanker. Diagnosis biasanya dilakukan dengan ultrasound (USG), MRI, serta CT scan. Namun, CT scan menghasilkan radiasi yang tidak aman untuk bayi yang dikandung. Sehingga MRI dan ultrasound bisa menjadi alternatif karena cenderung jauh lebih aman.

Tes darah CA-125 (penanda tumor untuk kanker ovarium) juga biasanya dilakukan untuk mendiagnosis kanker ovarium, tapi tidak sepenuhnya akurat selama kehamilan. Ini karena kehamilan dapat meningkatkan CA-125 itu sendiri.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...