Apa Yang Terjadi Kalau Terlalu Banyak Mengonsumsi Protein?

Apa Yang Terjadi Kalau Terlalu Banyak Mengonsumsi Protein?

 Wingamers.com - Protein penting untuk otot, namun apa yang terjadi kalau terlalu banyak mengonsumsi protein?

Mempengaruhi perasaan

Otak kita memerlukan karbohidrat untuk menstimulasi produksi pengatur hormon serotonin. Menghilangkan karbo dalam diet kita, maka siap-siap untuk menjadi lebih mudah kesal dan marah. Salah satu studi yang dilakukan oleh peneliti Australia menemukan fakta bahwa orang dewasa gemuk yang melakukan diet rendah karbohidrat selama setahun dilaporkan jadi lebih sering marah dibandingkan mereka yang diet tinggi karbo atau rendah lemak, meskipun jumlah berat badan yang turun hampir sama.

Nafas bau

Ketika kita “memotong” jumlah karbohidrat sehari-hari (seperti yang terjadi jika kita melakukan diet karbohidrat), tubuh kita mengalami kondisi yang dinamakan ketosis – membakar lemak untuk bahan bakar tubuh menggantikan karbohidrat. Cara itu sangat baik untuk menurunkan berat badan, tapi tidak untuk napas kita. Karena tubuh membakar lemak, ia juga menghasilkan zat kimia bernama ketone yang bisa meninggalkan bau tak sedap – seperti wangi penghapus cat kuku – di mulut kita. Bagian terburuknya? Itu berasal dari badan dan susah hilang dengan sikat gigi.

Merusak ginjal

Ketika makan protein, kita juga menginsumsi nitrogen sehingga ginjal kita perlu menyaringnya dari darah kita. Jika mengonsumsi protein secara normal, kita akan mengeluarkan nitrogen saat buang air kecil dan itu bukan masalah besar. Namun, ketika terlalu banyak mengonsumsi protein, kita memaksa ginjal untuk bekerja lebih keras agar dapat mengeluarkan nitrogen ekstra melalui air kecil. Jika dilakukan terus menerus, bisa menyebabkan kerusakan ginjal.

Masalah pencernaan

Dada ayam dan keju sangat baik untuk membentuk otot, namun makanan tersebut sangat sedikit mengandung serat sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan saluran pencernaan kita. Artinya, jika kita mengganti karbohidrat kompleks -- seperti gandum, kacang-kacangan, sayuran dan buah – dengan protein hewani, kita tidak akan mendapat serat yang direkomendasikan ahli kesehatan sebanyak 25 hingga 35 gram per harinya. Hasilnya? Kita akan sulit buang air besar dan juga perut kembung. Tak hanya itu, terlalu banyak protein malah membuat berat badan naik.

Jadi, jangan sembarangan ikut diet protein. Jangan sampai tubuh jadi korbannya.