Apakah Impor Mengancam Sapi Lokal?

Muhammad Takdir
Muhammad Takdir

Apakah Impor Mengancam Sapi Lokal?
WinNetNews.com - Wakil Ketua Kadin Bidang Pangan Strategis, Juan Permata Adoe menilai pemerintah melakukan terobosan bagus dalam paket ekonomi IX mengenai pasokan ternak dan produk hewan tertentu. Dia menyebut suatu terobosan, karena kebijakan itu memberikan suatu kepastian terciptanya pasokan sapi di dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

“Impor sapi jangan dlihat sebagai ancaman bagi sapi lokal. Sebab, saat ini pemerintah masih terus mengembangkan program bibit sapi produktif. Bila program ini berhasil dan bisa memenuhi kebutuhan nasional tentu tidak perlu impor lagi,” tegasnya,Rabu (27/1).

Selama ini, kata dia, Australia dan Selandia baru sebagai sumber impor sapi ke Indonesia. Dengan adanya kebijakan Paket IX, Juan menyarankan sapi dari Brazil dan Uruguay bisa menjadi alternatif perluasan sumber sapi impor. Kedua negara terakhir ini, menurut Juan sudah memenuhi syarat kesehatan.

Juan mengingatkan, dalam Paket IX tersebut memuat juga produk hewan, hendaknya tidak diartikan memberi peluang lebih besar untuk impor daging. terang kami tidak setuju kalau lebih mengarah ke impor daging. Sebab, kalau hanya impor daging tidak memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, dibanding impor sapi,” tegasnya.

 

Dia meyakini, kebijakan pemerintah yang konsisten mengembangkan program bibit sapi produktif, secara bertahap pasti bisa menggantikan produk impor.”Selama dari lokal belum bisa memenuhi, tentu impor sapi sebagai solusinya. Bukan impor daging,” tegasnya.

Sebelumnya, saat mengumumkan Paket IX, Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan,

kebijakan ini diterbitkan berdasarkan kebutuhan daging sapi dalamnegeri yang terus meningkat dari tahun ke tahun.Pada 2016 ini, kebutuhan daging nasional sebanyak 2,61 perkapita, sehingga kebutuhan nasional setahun mencapai 674,69 ribu ton atau setara dengan 3,9 juta ekor sapi.

Kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi oleh peternak dalam negeri, karena produksi sapi hany amencapai 439,53 ribu ton per tahun ataus etara dengan 2,5 juta ekor sapi.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

Apa Reaksi Kamu?