Apakah Minuman Manis Berbahaya Bagi Tubuh Kita?

Fellyanda Suci Agiesta

Dipublikasikan 5 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Apakah Minuman Manis Berbahaya Bagi Tubuh Kita?
foto: pixabay

WinNetNews.com - Minuman manis nan dingin memang paling menyegarkan. Ambil minuman favorit kamu dan bersantailah sesekali. Apalagi minuman ini diminum saat cuaca panas, rasa haus yang membandel hilang seketika.

Tapi apakan dengan meminum minuman dingin dan manis dapat membuat kamu lebih bahagia? Sebuah studi menemukan sesuatu yang berbeda.

Para peneliti Margaret Morris dan Jayanthi Maniam mempelajari tikus betina dan anak-anak tikus untuk kasus di mana sekelompok tikus diberikan solusi minum yang mengandung banyak gula.

Hasilnya, minuman yang mengandung gula sering melakukan kerusakan di atas dan di luar tubuh dan berlaku untuk mikronutrien menguntungkan.

Dan ada hubungan nyata antara stres dan gula. Para peneliti membuat kejutan dengan mempelajari tikus yang terkena stres. Tikus yanng stres di awal kehidupan tapi tanpa opsi gula yang diproduksi untuk scan otak yang mirip dengan tikus yang tidak stres di awal, tetapi memiliki pilihan gula dalam diet mereka. Peneliti Morris dan Maniam menempatkan penekanan khusus pada hippocampus, yang merupakan wilayah utama dari otak yang bertanggung jawab untuk stres dan memori.

Hasil penelitiannya yaitu mengkonsumsi terlalu banyak minuman manis dapat membuat efek stres pada otak kamu. Sebagai hasil studi tersebut dirumuskan, para peneliti berkomentar bahwa mengkonsumsi minuman manis terlalu dini dalam hidup dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk pulih dengan baik dari situasi stres.

Bagaimana minuman manis dapat memengaruhi orak dan saraf?

Seperti dikutip dari Lifehack , menurut penelitian Maniam dan Morris, gen yang mempromosikan pertumbuhan saraf yang turun-diatur oleh gula dan stres. Ini tampaknya menunjukkan ada dampak konsumsi gula dari yang belum ditemukan. Seperti disebutkan sebelumnya, gula sering dikritik karena ketidakmampuannya untuk memberikan jasa nutrisi yang cukup besar, tetapi tampaknya ada penemuan yang belum dibuat dan diterapkan.

Sementara penelitian ini tidak dianggap "meyakinkan", tidak ada keraguan yang menggambarkan kesejajaran yang kuat antara pilihan makanan yang buruk dan hasil negatif. Terlalu banyak hal yang dapat mengakibatkan efek yang tidak diinginkan. Hal ini tidak berarti semua makanan dan minuman dengan gula selalu buruk, tetapi batasi pada seberapa banyak kamu (atau anak-anak kamu) mengkonsumsi hanya untuk yang terbaik. Plus, ketika kamu mengkonsumsi makanan penutup yang lebih sedikit dan itu tidak bermasalah bagi kesehatan kamu.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...