Apakah Rakyat Masih Percaya Pada Jokowi?

Apakah Rakyat Masih Percaya Pada Jokowi?

Rabu, 13 Jan 2016 | 10:40 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Menurut hasil jajak pendapat yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), mayoritas rakyat masih percaya dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan bahkan tingkat approval rating ini jauh meningkat dibandingkan survei yang sama enam bulan sebelumnya.

"Perlahan tapi pasti, pemerintahan Jokowi berhasil merebut kembali kepercayaan masyarakat. Di akhir tahun 2015, mayoritas warga atau 63% sangat atau cukup yakin bahwa Presiden Jokowi mampu memimpin Indonesia menjadi lebih baik ke depan," ungkap Direktur Utama SMRC, Djayadi Hanan dalam presentasinya di kantor SMRC, Cikini, Menteng, Jakarta, Selasa (12/1).

"Perkembangan ini menunjukkan kenaikan signfikan dibandingkan enam bulan sebelumnya yaitu 55%," tambahnya.

Dalam hasil survei yang terangkum dalam laporan berjudul "Menjadi Lebih Presidensial di 2016, Harapan Publik Nasional", Djayadi mengungkapkan bahwa beragam indikator yang digunakan menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi.

 

Terlepas dari berbagai masalah yang dihadapi pemerintah, tingkat kepercayaan pada Presiden Jokowi mampu memimpin bangsa ini tetap tinggi dan umumnya warga optimis dan puas dengan kemampuan leadership presiden.

Secara umum, warga menilai bahwa bangsa ini sedang berjalan ke arah yang benar (72%). Sentimen positif ini tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hasil survei Oktober lalu misalnya menunjukkan angka itu baru mencapai 60%.

“Ini merupakan modal politik massa yang sangat penting,” kata Djayadi dalam presentasinya.

Keyakinan akan kemampuan Jokowi ini memang tidak disertai dengan keyakinan publik akan kualitas para menteri. Penilaian pada kinerja kabinet secara umum hampir terbelah. Sebagian besar (51%) merasa puas, sisanya kurang puas atau tidak punya pendapat.

 

“Ini mengindikasikan perlunya presiden meningkatkan kinerja menteri-menterinya di tahun 2016 dan tahun-tahun berikutnya,” ujar Djayadi.

Survei juga menunjukkan bahwa Jokowi diharapkan lebih mandiri dalam memimpin. Ini ditunjukkan dengan fakta bahwa mayoritas warga menghendaki Jokowi memimpin sendiri koalisinya (61,5%). Mayoritas warga (hampir 70%) juga menganggap perlunya sekretariat gabungan/bersama untuk koalisi.

Menurut Djayadi, keinginan ini bisa dipahami menganggap Jokowi masih harus terus berusaha mendapat dukungan mayoritas suara di parlemen.

“Menambah anggota koalisi hingga menjadi kekuatan mayoritas di DPR diperlukan,” kata Jayadi.

Optimisme masyarakat terlihat di banyak bidang. Survei SMRC menunjukkan warga menilai positif kondisi ekonomi rumah tangga dan nasional. Yang menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga sekarang lebih baik dibanding tahun lalu mencapai hampir 40% sementara yang mengatakan lebih buruk hanya 23%. Lebih jauh lagi, hampir 70% percaya kondisi ekonomi rumah tangga akan lebih baik pada satu tahun mendatang; sementara yang mengatakan lebih buruk hanya 5%.

 

"Yang dianggap sebagai masalah ekonomi mendesak adalah harga-harga kebutuhan pokok, pengangguran, lapangan kerja, juga pemerataan pendapatan. Namun di sisi lain, masyarakat memuji apa yang dilakukan pemerintah dalam hal kesehatan, pendidikan, dan pembangunan jalan-jalan raya," papar dia.

Sementara itu, kondisi politik pada akhir 2015 secara umum dinilai “sedang”, tidak baik ataupun tidak buruk. Tapi dibanding 3 bulan lalu, jumlah warga yang menilai kondisi politik sekarang baik lebih banyak.

Yang agak bermasalah adalah evaluasi masyarakat soal kondisi keamanan. Walau secara umum kondisi keamanan dinilai baik, namun ada cukup tinggi persentase masyarakat (31%) yang menganggap Indonesia kurang aman dari ancama terorisme.

(seperti dilansir Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...