(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Aparat TNI-Polri Kejar Pelaku Pembantaian Pekerja Trans Papua

Rusmanto
Rusmanto

Aparat TNI-Polri Kejar Pelaku Pembantaian Pekerja Trans Papua ilustrasi

WinNetNews.com - Seratusan TNI-Polri dikerahkan ke Kabupaten Nduga, Distrik Yigi, untuk mengejar para pelaku pembantaian puluhan pekerja Trans Papua pada Minggu 2 Desember lalu. Tim tersebut pun dibagi beberapa tugas. 

Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen Pandit Sembiring mengungkapkan, ada tiga tahapan operasi yang dilakukan saat ini. 

"Tentunya kami punyai strategi dan taktik sendiri. Jadi berikan kita waktu untuk selesaikan ini, arahan panglima TNI kami akan lanjutkan," ujar Pandit, Rabu 5 Desember 2018. 

Dia mengungkapkan, ketiga tahapan tersebut antara lain, fokus pada evakuasi para korban dan penangkapan kelompok separatis bersenjata. Negosiasi pun ditegaskan tidak akan dilakukan. 

"Kelompok KKSB (kelompok kriminal separatis bersenjata) ini akan kita kejar karena melakukan tindakan yang biadab," ungkapnya. 

Dia pun menegaskan,  isu yang beredar bahwa pembataian itu dilakukan karena sejumlah pekerja PT Istaka Karya merekam dan mengabadikan dengan foto acara yang digelar KKSB pada 1 Desember, belum bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, KSB diketahui memang sering melakukan teror di kawasan tersebut.

"Kita tahu KKSB itu emang kelakuannya seperti itu," tegasnya. 

Hingga saat ini dia mengatakan masih ada 21 pekerja lagi yang masih disandera oleh kelompok tersebut. Informasi itu diperoleh dari saksi hidup pekerja Istaka yang berhasil diselamatkan kemarin. 

"Diharapkan 21 perkerja dalam kondisi apapun kami harus cari dan evakuasi," tegasnya.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di viva.co.id dengan judul "Strategi TNI Evakuasi Pekerja Trans Papua dari Lokasi Penembakan"

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});