Apollinaris Darmawan, Kakek Penghina Islam di Bandung Ditetapkan Jadi Tersangka
Foto: Kumparan.com

Apollinaris Darmawan, Kakek Penghina Islam di Bandung Ditetapkan Jadi Tersangka

Selasa, 11 Agt 2020 | 14:25 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -   Kakek berusia 70 tahun bernama Apollinaris Darmawan resmi diteetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana ujaran kebencian. Sebelumnya Apollinaris diduga telah menghina agama Islam lewat akun Twitter miliknya yang kini telah ditangguhkan.

Beberapa waktu lalu, tepatnya Sabtu (8/8) rumah Apollinaris di Kota Bandung  sempat digeruduk massa yang sudah tak tahan dengan tindakannya di media sosial. Guna menghindari aksi main hakim sendiri, polisi akhirnya mengamankan  Apollinaris 

"Sekelompok massa mendatangi seseorang yang diduga melakukan ujaran kebencian, SARA dalam hal ini," terang Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri pada Senin (10/8).

"Kemudian dari Polsek dan Reskrim Polrestabes Bandung mengamankan yang bersangkutan supaya tidak ada yang main hakim sendiri," lanjutnya.

Usai diamankan, sejumlah warga lantas kemudian membuat laporkan polisi ke Polrestabes Bandung. Dari laporan itu, pihak kepolisian kemudian melakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap Apollinaris. Hingga akhirnya kakek tersebut ditetapkan  sebagai tersangka dan mendekam di penjara Polrestabes Bandung.

"Kemudian yang bersangkutan pada hari Minggunya, kita lakukan penahanan. Kita tetapkan sebagai tersangka dan kita tahan di Sat Reskrim Polrestabes Bandung," jelas Galih.

"Ada beberapa yang kita jadikan bukti selain dari media sosial, juga ada video pendek terkait apa yang disampaikan yang bersangkutan terhadap agama muslim," sambungnya.

Galih menjelaskan pihaknya saat ini masih terus mendalami motif pelaku mengunggah ajaran kebencian di media sosial. Namun yang mengejutkan, Apollinaris disebut memiliki ideologi dan pandangan yang berbeda berdasarkan pemeriksaan awal.

"Dari hasil pemeriksaan kita, yang bersangkutan punya ideologi atau pandangan yang lain," kata Galih. "Itu yang dicurahkan yang bersangkutan melalui media sosial ataupun keterangan dibuat dalam sebuah video pendek."

Ternyata, ini juga bukan kali pertama Apollinaris berususan dengan kepolisan. Menurut Galih, Apollinaris sebelumnya sudah pernah ditangkap polisi pada tahun 2016 karena telah menerbitkan buku dengan judul kontroversial, yaitu "Muhammad Arab Buta Huruf Mengaku Nabi".

"Saat ini ditangkap dengan modus yang sama," pungkas Galih.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...