Apple Jual Aplikasi Rp 2 Triliun Sehari

Apple Jual Aplikasi Rp 2 Triliun Sehari

WinNetNews.com - Musim liburan Natal dan Tahun Baru 2016 membuat Apple banjir pemasukan. Bahkan penjualan di App Store mampu mencetak rekor baru sepanjang sejarah mereka.

Selama dua pekan, terhitung 20 Desember 2015-3 Januari 2016, konsumen menghabiskan hingga USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,27 triliun untuk belanja aplikasi atau berlangganan in-app purchase.

Apple juga mencatat 1 Januari 2016 merupakan tanggal yang tertinggi, dimana hari itu total transaksi mencapai USD 144 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Angka tersebut mematahkan rekor yang tercetak saat pekan pertama sebelum perayaan Natal.

"App Store telah membukukan rekor baru pada musim liburan kali ini. Kami sangat senang pelanggan men-download dan menikmati begitu banyak aplikasi untuk iPhone, iPad, Mac, Apple Watch dan Apple TV. Menghabiskan lebih dari USD 20 miliar di App Store tahun lalu saja," ujar Philips Schiller, Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple Kamis (7/1/2016).

Apple turut pula melaporkan sejumlah aplikasi terpopuler sepanjang tahun lalu. Pengamatan perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California, Amerika Serikat ini aplikasi games, jejaring sosial dan hiburan yang paling diminati.

Aplikasi dan game berlangganan tidak kalah populernya. Apple mencatat Clash of Clans, Monster Strike, Game of War - Fire Age dan Fantasy Westward Journey menjadi games yang paling digandrungi. Sementara Netflix, Hulu and Match menjadi layanan streaming yang difavoritkan pelanggan.

Khusus platform Apple TV, aplikasi Rayman Adventures, Beat Sports dan HBO NOW menjadi paling diminati. Sementara di Apple Watch, banyak pengguna mendownload Nike+ Running, Lifesum, iTranslate dan Citymapper.

Dalam laporannya, Apple mengaku telah mengirimkan lebih dari USD 40 miliar atau sekitar Rp 555,6 triliun ke para pengembang sejak 2008 silam. Dan sepertiganya dihasilkan dari penjualan tahun lalu saja.

Menurut Apple, kesuksesan App Store telah membuka banyak kesempatan kerja di seluruh dunia. Di Amerika Serikat saja ada lebih 1,9 juta pekerjaan yang tercipta berkat toko aplikasi itu. Sementara di Eropa ada lebih 1,2 juta sedangkan di China terdapat 1,4 juta pekerjaan.

disadur dari situs detik-inet