(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Aptrindo Minta Pemerintah Lebih Sigap Antisipasi Kemacetan

Muchdi
Muchdi

Aptrindo Minta Pemerintah Lebih Sigap Antisipasi Kemacetan

WinNetNews.com - Sekalipun sosialisasi mendadak, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia tetap mengapresiasi kebijakan pemerintah mengantisipasi kemacetan libur Paskah tahun ini dengan melarang angkutan barang beroperasi pada hari Kamis dan Minggu.

Wakil Ketua Bidang Angkutan Distribusi dan Logistik Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman menyatakan pada hari Kamis, 24 Maret 2016 lalu secara mendadak Polda Metro Jaya memberlakukan kebijakan pelarangan operasional truk pada jam 12.00 sampai dengan 24.00 WIB.

Pelarangan tersebut hanya berlaku pada hari Kamis dan hari Minggu, 27 Maret 2016. Kebijakan tersebut mengingat libur panjang akhir pekan itu meningkatkan arus mudik sekaligus arus balik.

 

“Truk-truk kami dilarang melintas di tol, tetapi kami berharap truk kami jangan dilarang melewati jalanan non tol yang tidak macet,” kata Kyatmaja seperti di kutip dari situs Bisnis, Jakarta Minggu (27/3/2016).

Kyatmaja mengapresiasi antisipasi kemacetan yang dirumuskan oleh Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Pol Moecgiyarto. Kyatmaja memandang Moecgiyarto mendengarkan saran dari Kapolda terdahulu, Irjen Pol Tito Karnavian dalam serah terima jabatan senin pekan lalu.

“Saya hadir dalam acara serah terima jabatan itu, saya mendengar sendiri Pak Tito mengatakan kepada Pak Moecgiyarto bahwa setiap ada hari libur panjang kemacetan itu sangat parah jadi perlu antisipasi secepatnya,” ungkap Kyat.

 

Presiden Direktur PT Lookman Djaja Land ini mengatakan sosialisasi akan antisipasi pelarangan truk tersebut memang agak terlambat karena baru diumumkan pada hari Kamis.

Kyatmaja tetap mengapresiasi sejumlah rekayasa lalu lintas yang juga diupayakan oleh Jasa Marga.

“Kami apresiasi sejumlah antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah dan Jasa Marga, sejauh ini ada perbaikan, kami tidak dilarang operasi seperti libur natal tahun lalu, atau dipaksa off berhari-hari, sehingga tidak banyak kericuhan pada libur kali ini,” sambungnya.

Dia pun menyarankan untuk mereduksi kemacetan, pengelola jalan tol juga perlu memikirkan antisipasi baru misalnya membuka kasir pengisian pulsa untuk e-toll.

Sehingga truk yang pulsa e-toll-nya tidak cukup dan belum sempat diisi ulang bisa melakukan pengisian di jalan tol.

Sumber dari Bisnis, Jakarta

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});