Arab Saudi: Hari Valentine Tidak Haram, Silakan Rayakan
Foto: via Al Bawaba

Arab Saudi: Hari Valentine Tidak Haram, Silakan Rayakan

Jumat, 14 Feb 2020 | 09:55 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Arab Saudi kembali merayakan Hari Valentine yang jatuh pada hari ini, 14 Februari. Ini merupakan perayaan Valentine yang kedua kalinya di Saudi sejak pada 2018 muncul pernyataan berupa fatwa dari seorang tokoh agama Saudi yang menyebutkan Valentine tidak haram.

Sebelum 2018, perayaan Valentine masih dinilai tabu bahkan haram di Saudi. Pada 2016, perayaan Valentine sangat dibatasi oleh polisi agama Saudi. Mereka menindak siapa saja yang kedapatan merayakan 'Hari Kasih Sayang' ini.

Seperti dikutip dari Republika (13/2), toko bunga dan pembuat manisan biasanya menyembunyikan mawar merah dan cokelat berbentuk hati karena takut dengan Komisi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan (CPVPV). Pemilik restoran bahkan melarang pelanggan merayakan ulang tahun atau perayaan Valentine pada 14 Februari karena khawatir ditangkap atau usahanya terancam ditutup.

Namun, pada 2018, mantan presiden CPVPV Makkah Sheikh Ahmed Qasim Al-Ghamdi menyatakan Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Baginya, merayakan cinta itu universal dan tidak terbatas pada non-Muslim.

Sejak saat itu, mulai 2019 warga Saudi merayakan Hari Valentine perdana mereka. Arab News melaporakan pada Kamis (13/2), orang-orang Saudi kini menunjukkannya dengan cara membeli hadiah-hadiah mewah, bunga, balon, dan bahkan boneka beruang klise untuk orang yang mereka anggap istimewa.

Bahkan, perayaan Valentine kini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang pernak-pernik Valentine dan toko-toko, seperti toko cokelat dan bunga. Pernak-pernik berbentuk hati dan bunga-bunga terpampang di sejumlah toko Saudi di mana-mana. Meski demikian, mayoritas ulama Saudi masih mengharamkan Hari Valentine. Sehingga, perayaan Hari Valentine merupakan hal yang kontroversial di Saudi. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...