Arkeolog Temukan Benda Mirip iPhone yang Berusia 2.173 Tahun

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Arkeolog Temukan Benda Mirip iPhone yang Berusia 2.173 Tahun Benda mirip iPhone (The Siberian Times)

Winnetnews.com - Ponsel pintar ternyata tidak hanya populer saat ini saja. Beberapa waktu yang lalu, kelompok arkeolog sedang menggali sebuah makan tua berusia 2.137 tahun dan menemukan benda yang menyerupai iPhone.

Makam tersebut adalah milik seorang fashionista yang dijuluki dengan nama Natasha. Natsha diyakini hidup selama periode Kaisar Xiongnu di Mongolia Kuno pada abad ke-3 SM hingga akhir abad ke-1 Masehi. Benda yang mirip dengan iPhone itu ditemukan bersamaan dengan sebuah kerangka fosil.

“Pemakaman Natasha dengan iPhone era Xiongnu tetap menjadi salah satu yang paling menarik di situs pemakam ini,” ujar Dr Pavel Leus, seorang ilmuwan yang menemukannya.

Sebenarnya, benda yang menyerupai iPhone tersebut adalah sebuah batu permata hitam dengan taburan batu mulia disetiap sisinya. Batu tersebut merupakan bagian dari hiasan sabuk.

Penemuan ini dianggap menarik, karena ikat pinggang yang digunakan oleh Natasha, merupakan satu-satunya sabuk yang dihiasi oleh koin wuzhu.

“’iPhone’ miliknya menjadi satu-satunya sabuk yang dihiasi koin wuzhu Tiongkok dan membantu kami menentukan waktu (kematian Natasha),” kata Dr Leus.

Batu yang menyerupai iPhone itu memiliki ukuran yang cukup besar, yakni 7 x 3,5 inci atau 17,8 x 8,9 sentimeter.

Sebanyak 110 makam muncul di sebuah pulau pada reservoir di situs Ala-Tey, Republik Tuva, Rusia. Para arkeolog pun menyebut tempat itu dengan nama “The Russian Atlantis”.

Tempat tersebut dinamakan dengan “The Russian Atlantis” lantaran lokasi tersebut biasanya terendam air dan akan air tersebut kering pada musim panas. Sehingga para arkeolog pun bisa mencapai dasar dan menemukan fosil itu.

Makam tua tersebut biasanya terendam 56 kaki di bawah air atau 17,06 meter. Saat diselidiki berdasarkan usia batuan yang ditemukan, wanita ini hidup di masa pra-sejarah, tepatnya pada zaman perunggu.

Di sekitar daerah itu ditemukan dua mumi dengan alat tukar yang biasa mereka gunakan.

Salah satu muminya dinamakan “Sleeping Beauty”, lantaran mumi tersebut menggunakan pakaian yang terbuat dari kain sutera. Sedangkan, mumi kedua yang diduga berprofesi sebagai penenun, ditemukan berasama dengan alat tenun yang dikemas dalam tas jahit.

Apa Reaksi Kamu?