AS Curigai <em>Kaspersky</em> Sebagai Mata-mata Rusia
ilustrasi

AS Curigai <em>Kaspersky</em> Sebagai Mata-mata Rusia

Senin, 3 Jul 2017 | 16:16 | Rusmanto

WinNetNews.com - Kaspersky Lab pantas khawatir kehilangan sejumlah kontrak proyek dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Perusahaan keamanan cyber ini dicurigai sebagai kaki tangan pemerintah Rusia.

Pendiri Kaspersky, Eugene Kaspersky seperti dikutip dari Engadget , Senin (3/7/2017) menyebutkan, pihaknya bersedia membuka source code untuk membuktikan bahwa mereka bukan pengendali Trojan untuk mata-mata Rusia.

"Saya siap memberikan kesaksian di hadapan kongres untuk membuktikannya," kata Eugene.

Sejumlah eksekutif Kaspersky mengakui bahwa sejumlah pihak pemerintahan, tanpa menyebutkan secara pasti siapa, menekan Kaspersky Lab untuk berada di 'sisi gelap' dan melancarkan serangan cyber. Sejumlah staf merupakan mantan intelijen Rusia.

Bagaimanapun, Eugene dan timnya bersikeras untuk tidak mengikuti ajakan tersebut. Dia juga menambahkan, jaringan perusahaannya terlalu terbatas untuk karyawannya melakukan penyalahgunaan.

Terima tidaknya alasan ini oleh pemerintah AS adalah lain cerita. Sejumlah orang dalam Kongres membicarakan isu ini yakin bahwa Kaspersky terhubung dengan pemerintah Rusia. Salah satu yang kuat meyakininya adalah Senator Jeanne Shaheen yang menebus tagihan untuk memblokir Kaspersky Lab mendapatkan kontrak proyek dari Departemen Pertahanan AS.

Dibuka source code oleh Kaspersky Lab pun belum tentu efektif mengubah cara pandang pemerintah AS. Kekhawatirannya bukanlah apa yang dilakukan Kaspersky Lab saat ini, tetapi di masa depan.

Kecurigaannya adalah, bagaimana jika Rusia memerintahkan Kaspersky untuk mengulik celah yang mungkin mereka ketahui. Saat ini, tidak ada bukti Kaspersky Lab menyalahgunakan kemampuannya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...