(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

AS Katakan Korut "Mengemis Untuk Perang"

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

AS  Katakan Korut "Mengemis Untuk Perang" Foto: AFP

WinNetNews.com - AS telah menuduh Korea Utara "mengemis untuk perang" dan mendorong "tindakan terkuat" yang mungkin dilakukan Pyongyang setelah melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat.

Duta Besar AS Nikki Haley mengatakan pada sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB bahwa Washington akan memberikan sebuah keputusan sanksi baru untuk dinegosiasikan dalam beberapa hari mendatang, dengan maksud untuk memberikan suara pada Senin depan.

"Hanya sanksi terkuat yang akan memungkinkan kita menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi," kata Haley pada pertemuan Senin yang disebut Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang dan Korea Selatan.

Korea Utara memicu alarm global ketika meledakkan apa yang digambarkannya sebagai bom hidrogen yang dirancang untuk rudal jarak jauh, Minggu (4/9).

Ledakan di bawah tanah memiliki hasil antara 50 dan 100 kiloton, atau rata-rata lebih dari lima kali lebih kuat daripada bom yang diledakkan di Hiroshima, kepala urusan politik PBB Jeffrey Feltman mengatakan kepada dewan tersebut.

"Perang tidak pernah menjadi sesuatu yang diinginkan Amerika Serikat dan kita tidak menginginkannya sekarang, tapi kesabaran negara kita tidak terbatas," kata Haley, seperti dikutip darti AFP.

Pada hari Minggu, monitor AS mengukur gempa berkekuatan tinggi 6.3 Sr di dekat lokasi pengujian utama Korut.

Beberapa jam sebelum ujian, Korea Utara merilis gambar Kim yang memeriksa sebuah alat yang disebutnya "senjata termonuklir dengan kekuatan super eksplosif" yang seluruhnya dibuat "oleh usaha dan teknologi kita sendiri".

Menteri pertahanan Korea Selatan mengatakan Seoul yakin Korea Utara telah berhasil melakukan miniaturisasi bom agar sesuai dengan rudal.

Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan senjata nuklir untuk mempertahankan diri dari ancaman invasi, dan para analis mengatakan bahwa pihaknya ingin memperkuat tangannya untuk negosiasi masa depan dengan Washington

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});