AS Ragu Kredibilitas China Tangani Virus Corona
Pasar Xinfadi, Beijing, China terapkan lockdown setelah ditemukan penyebaran virus corona. (Foto: Daily Mail)

AS Ragu Kredibilitas China Tangani Virus Corona

Jumat, 19 Jun 2020 | 09:58 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Amerika Serikat kini mempertanyakan kredibilitas China dalam melaporkan kasus virus corona (Covid-19) di Beijing. Bahkan AS menyerukan ke para pengamat, agar netral dalam melihat penyebaran baru itu.

Sebelumnya China telah mengunci (lockdown) sebagian ibu kota negara itu karena penyebaran gelombang kedua Covid-19. Penerbangan dibatalkan dan sekolah ditutup.

Saat ini sudah ada 158 kasus terdeteksi sejak kasus baru ditemukan di pasar induk terbesar China, Pasar Xinfadi. Sejumlah provinsi juga melaporkan kasus terkait pasar ini.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mendesak transparansi lebih besar dari China. Ia mengatakan ini saat pertemuan dengan pejabat senior China, Yang Jienchi di Hawai, Rabu (17/6).

"Saya berharap jumlah dan pelaporan lebih akurat daripada yang kami lihat di Wuhan dan tempat-tempat lain di China," kata Diplomat AS untuk Asia Timur David Stilwell, yang menemani Pompeo, dikutip CNBC Indonesia dari AFP, Jum'at (19/6).

Ia mengungkit soal laporan di sebuah jurnal ilmiah yang memberikan perkiraan lebih tinggi untuk kasus Covid-19 di Wuhan. Kota Wuhan adalah pusat pertama Covid-19 merebak di China akhir tahun lalu.

"Jadi begitu kredibilitas Anda hilang, Anda harus menemukan cara membangunnya kembali," ujarnya. "Membawa pengamat netral, salah satu cara."

Sebelumnya AS menuding Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan. Namun ini dibalas China sebagai politisasi Presiden AS Donald Trump karena gagal menangani wabah di negaranya.

China mencatat ada 28 kasus baru pada Kamis (18/6). Saat ini total kasus Covid-19 di negara itu 83.293 dengan angka kematian 4.634.

AS saat ini menjadi negara dengan kasus terbanyak. Ada 2.262.075 orang terinfeksi dengan 120.632 kematian.

Per kemarin, AS melaporkan 26.348 kasus baru dengan 691 kematian. Secara global, ada 8.565.999 orang terinfeksi corona.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...