Skip to main content

Aspal 75% Pasokan Berasal dari Impor

Aspal 75 Pasokan Berasal dari Impor
Aspal 75 Pasokan Berasal dari Impor

Jakarta - Pemerintah terus mengenjot pembangunan infrastruktur mulai dari jalan tol, jalan umum, bandara dan banyak lagi. Tentunya hal ini membutuhkan banyak sekali aspal. Sayangnya 75% pasokan aspal masih berasal dari impor.

Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Rachmad Hardadi mengatakan, kebutuhan aspal nasional mencapai 1,2 juta ton per tahun. Namun, Pertamina hanya mampu memproduksi sebanyak 300.000 ton per tahun, yang diproduksi dari kilang RU IV Cilacap, Jawa Tengah. Selebihnya diperoleh dari impor oleh Pertamina mapun badan usaha lainnya.

Untuk meningkatkan produksi aspal nasional, PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dengan sinergi BUMN ini, produksi aspal Pertamina dapat meningkat menjadi 600.000 ton per tahun.

"Dengan kerja sama ini, kapasitas produksi aspal Pertamina akan meningkat menjadi 600.000 ton per tahun. Dengan tambahan potensi aspal alam dari WIKA sebanyak 300.000 ton per tahun," kata Rachmad dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2015).

"Dengan meningkatnya produksi aspal Pertamina, dapat mengurangi impor secara signifikan, dapat menghemat devisa negara, serta menimbulkan multiplier efek terhadap perekonomian nasional," tambahnya.

Tambahan produksi aspal dari kerja sama ini karena PT WIKA memiliki potensi pengolahan aspal alam di Pulau Buton.

“Kami memiliki potensi pengolahan aspal alam di Pulau Buton. Kami optimistis dengan kerjasama strategis antara Pertamina dan WIKA untuk pengembangan aspal hybrid ini potensi tersebut akan dapat tergarap secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk proyek-proyek infrastruktur nasional yang ditangani oleh WIKA," kata Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo.

MoU ini akan menjadi landasan bagi kedua Pertamina dan WIKA untuk melakukan kajian bersama (feasibility study) mengenai potensi kerjasama pengembangan bisnis aspal, diantaranya kajian aspek teknikal seperti desain pabrik, kajian operasional produksi hingga, komersial/keekonomian dan aspek lain yang terkait, untuk pada akhirnya akan membentuk joint venture (JV) pengolahan dan produksi aspal hybrid.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top