Skip to main content

Asuransi Pertanian di Akhir 2015 , Petani Jangan Takut Gagal Panen

Asuransi Pertanian di Akhir 2015  Petani Jangan Takut Gagal Panen

Nusa Dua - Asuransi pertanian tengah di godok oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) , di targetkan asuransi ini akan rampung di akhir tahun 2015.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengatakan, asuransi ini dibentuk sebagai langkah antisipasi terjadinya kerugian petani akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung seperti kekeringan atau gagal panen.

"Sejak 10 tahun lalu, industri sudah membuka diri. Asuransi pertanian sedang disimpulkan. Berapa premi yang dibayar disesuaikan dengan luas lahan, wilayahnya, sedang digodok oleh asosiasi dan beberapa perusahaan minat. Target akhir tahun selesai," ujarnya saat ditemui di acara Seminar Internasional Industri Keuangan Non Bank (IKNB), di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Senin (7/9/2015).

Firdaus menjelaskan, pemerintah sendiri telah menyiapkan dana pertanian sebesar Rp 160 miliar di tahun depan. Diharapkan, pihak swasta juga ikut berpartisipasi dalam pembentukan asuransi pertanian ini.

"2016 pemerintah siapkan Rp 160 miliar, swasta dan pemda juga diminta untuk berkontribusi," ucap Firdaus.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menambahkan, potensi bisnis di sektor asuransi terbuka lebar termasuk asuransi pertanian.

Saat ini, aset IKNB mencapai Rp 1.600 triliun, ini bukan angka yang kecil, tentu saja ini bisa terus berkembang, untuk sektor asuransi harus terus melakukan sosialisasi

"Memperkenalkan asuransi tidak mudah, ini perlu terus kita dorong, kita sudah me-launching asuransi mikro. Ada juga asuransi pertanian, akhir tahun ini atau awal tahun depan bisa," katanya.

Selain asuransi pertanian, Muliaman menyebutkan, OJK juga tengah mengejar untuk segera membentuk asuransi bencana secara berkelanjutan.

Asuransi bencana dinilai penting karena Indonesia termasuk salah satu negara yang rawan bencana.

"Ini pemerintah berkomitmen, kita akan kembangkan asuransi bencana dengan beberapa versinya, ini perlu dibangun sumber dana yang tidak kecil, sekarang sudah ada cikal bakal asuransi terkait bencana alam, kita akan menggulirkan lagi. Kita concern terhadap asuransi bencana, kita belum familiar, orang kita itu kalau ada bencana ya takdir, nunggu pemerintah dibantuin, padahal ada potensi untuk membantu mengurangi risiko," jelas Muliaman.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top