(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Atlet Pelatnas Jangan Cepat Puas

Muhammad Takdir
Muhammad Takdir

Atlet Pelatnas Jangan Cepat Puas
WinNetNews.com - Atlet pelatnas diminta jangan cepat puas dengan prestasi yang dicapai sekarang. Dalam menyambut SEA Games di Malaysia 2017 dan Asian Games di Jakarta-Palembang 2018, semua pejuang olahraga yang ditempa dalam pelatnas harus memiliki daya juang yang tinggi untuk membela sang Merah-Putih dimulti event internasional.

Anggota Komisi X DPR Utut Adianto merasakan atlet nasional yang ada saat ini cepat puas diri bila mampu menjadi juara pada suatu event internasional. Padahal selama dalam pelatnas atlet dipersiapkan ke multi event seperti SEA Games dan Asian Games, begitu juga Olimpiade. Dengan tolak ukur dimulti event tersebut sudah selayaknya perjuangan atlet tidak boleh kendur sedikitpun.

“Semua kendala yang terjadi pada atlet nasional saat ini diperlukan dukungan dan dorongan dari semua induk organisasinya. Karena dalam segi dukungan dari pemerintah dirasakan cukup. Dengan begitu tinggal mental juang atlet saja yang harus diasah para pengurus agar tidak cepat puas berprestasi dalam suatu event tertentu,” ungkapnya di Jakarta, Senin (4/1).

 

Kondisi seperti itu terjadi disetiap cabang olahraga di Tanah Air, baik angkat besi, bulutangkis maupun catur sekalipun. Seperti halnya cabang catur yang terjadi dibeberapa hari lalu, MI Sean Winshand dan Chelsie Monica Sihite yang diharapkan mengukir gelar GM Norma terlempar jauh diurutan peringkat ASEAN.

Padahal sebelumnya kedua pecatur nasional itu prestasinya cukup bagus dan tampil juara disuatu event internasional. Rasa puas diri meraih hasil dalam pertandingan sebelumnya itu yang dapat menjadi kendala seorang atlet untuk berkiprah di event selanjutnya. Begitu juga dicabang lain seperti bulutangkis.

Bila menyimak kebelakang, lanjut Utut, prestasi atlet bulutangkis nasional cukup disegani lawan. Namun di tahun-tahun terakhir ini mengalami penurunan drastis. Kondisi seperti itu harus dibenahi dalam segi mental tanding.

“Ini harus dibenahi secepatnya, bila tidak maka kontingen Indonesia akan mengalami kesulitan meraih medali emas di Olimpiade di Brasil tahun 2016. Begitu juga dengan cabang angkat besi yang juga menjadi primadona menyuguhkan medali bagi kontingen Merah Putih,” ujarnya

(seperti dilansir BeritaSatu)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});