Atraksi Wisata Jambi Sudah Tidak di Ragukan Lagi

Atraksi Wisata Jambi Sudah Tidak di Ragukan Lagi

WinNetNews.com – Jambi kini menjual pariwisatanya dengan tagline 'Adventure & Culture Paradise'. Dan ikon wisata yang sudah dipilih, adalah Gunung Kerinci. "Untuk mendatangkan banyak turis, bandara harus sudah berskala internasional. Tadi saya dengar kata Pak Gubernur, 2015 baru15 ribu turis yang datang. Sumatera Utara sudah ratusan ribu dan Bali sudah 4 juta. Ayo bandaranya dibuat internasional biar lebih banyak pesawat yang mendarat," ungkap Arief.

Perlu kita ketahui, Jambi memiliki keragaman wisatanya. Dari alam, kuliner, sejarah hingga budaya semuanya ada di sana. Yang perlu dipikirkan adalah masalah promosi dan branding Gunung Kerinci yang harus diperkuat. Disertai dengan pembenahan di sektor aksesibilitas dan akomodasi.

Pariwisata Arief Yahya tidak pernah meragukan atraksi beberapa destinasi di Provinsi Jambi. Terutama wisata yang berbasis pada alam atau nature, sejarah dan budaya.

Dari semua kekayaan alam Jambi, mengapa Jambi masih belum menjadi magnit baru di Pulau Sumatera? Jambi mempunyai 15 ribu wisman, hanya sepertiga dari kabupaten kecil di Jawa Timur, Banyuwangi, yang sudah berani memasang target di atas 45 ribu.

"Lalu mengapa jumlah wisman Jambi terlalu kecil untuk ukuran provinsi? Saya biasa menggunakan 3A, atraksi, akses, dan amenitas. Kalau soal Atraksi, saya tidak meragukan, pasti bisa ditemukan diferensiasi keunggulan Jambi. Critical success factornya ada di Akses dan Amenitas," ujar Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan pesannya pada Gubernur Jambi Zumi Zola dengan tanpa basa basi. "Kalau mau maju, akses harus kuat. Bandara harus internasional," ungkapnya. Arief menegaskan selain 3A itu, hal paling penting adalah CEO commitment. Dia berharap Gubernur Jambi Zumi Zola sudah mulai mengembangkan cultural industry atau creative industry, termasuk pariwisata.

Akses itu terkait dengan connectivity, penerbangan dari dan menuju Jambi. Berapa jumlah direct flight? Berapa kapasitas angkut? Berapa panjang dan besar kapasitas bandara? Masuk ke Jambi dengan moda transportasi apa saja? Bagaimana dengan amenitasnya? Kalau akses sudah nyambung, atraksinya sudah kuat, dengan sendirinya privat sectors akan mengisi amenitasnya.

Di masa depan, Jambi akan menjadi destinasi wisata nasional dan mendunia. "Ini bagus, promosi wisata Jambi, gubernurnya langsung jualan langsung dan saya sangat mengapresiasi," kata Menpar Arief Yahya saat membangun acara 'Direct Promotion Tourism Jambi' di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.