(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Aung San Suu Kyi Diminta Ambil Tindakan Untuk Selamatkan Kaum Rohingya

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

Aung San Suu Kyi Diminta Ambil Tindakan Untuk Selamatkan Kaum Rohingya Foto: AFP

WinNetNews.com - Menteri Luar Negeri Boris Johnson telah memperingatkan Aung San Suu Kyi terkait perlakuannya terhadap Muslim Rohingya yang menodai reputasi negara tersebut.

Johnson meminta Suu Kyi, pemimpin de facto negara tersebut, untuk "menggunakan kualitas luar biasa" untuk mengakhiri prasangka terhadap umat Islam di negara bagian Rakhine.

Kekerasan di provinsi tersebut meletus sekitar seminggu yang lalu, dengan sekitar 58.000 pengungsi melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh. Lebih dari 100 orang diperkirakan tewas dalam kekerasan tersebut. 

Rohingya mengklaim bahwa pasukan keamanan dan massa Budha membakar desa mereka.

Pejabat keamanan di Myanmar, yang juga dikenal dengan Birma, mengklaim bahwa mereka bereaksi terhadap lebih dari 20 serangan terhadap pos polisi oleh gerilyawan Muslim Rohingya.

Rakhine, wilayah termiskin di Myanmar, adalah rumah bagi lebih dari satu juta orang Rohingya. Mereka telah menghadapi puluhan tahun penganiayaan di negara mayoritas Buddhis, di mana mereka tidak dianggap sebagai warga negara.

Suu Kyi memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian untuk aktivisme politiknya di Myanmar, yang menyebabkan kepala negara yang tidak terpilih pertama di negara tersebut sejak kudeta militer pada tahun 1962.

Meskipun Htin Kyaw dilantik sebagai presiden pada 2016, karena Suu Kyi secara konstitusional dilarang memegang jabatan tersebut, dia dianggap sebagai pemimpin de facto di negara tersebut.

"Aung San Suu Kyi dianggap sebagai salah satu tokoh paling mengasyikkan di zaman kita, namun perlakuan terhadap Rohingya sangat menodai reputasi Burma. Dia menghadapi tantangan besar dalam memodernisasi negaranya. Saya harap dia sekarang dapat menggunakan semua kualitas luar biasa untuk menyatukan negaranya, untuk menghentikan kekerasan dan untuk mengakhiri prasangka yang menimpa baik umat Muslim maupun komunitas lainnya di Rakhine." kata Johnson .

"Sangat penting, bahwa dia mendapat dukungan militer Burma, dan usaha pembuatan perdamaiannya tidak frustrasi. Dia dan semua di Burma akan mendapat dukungan penuh dari kami dalam hal ini." katanya.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});