Skip to main content

Awali Pekan, IHSG Diprediksi Kembali Melemah

Awali Pekan, IHSG Diprediksi Kembali Melemah
Awali Pekan, IHSG Diprediksi Kembali Melemah

Bursa saham nasional diprediksi membuka pekan ini dengan koreksi. Pada perdagangan Senin (27/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan melemah dan bergerak di kisaran 4811-4883.

Sinarmas Investment Research menyatakan dalam risetnya, perhatian investor saham pada hari ini akan dipengaruhi oleh sejumlah rilis data ekonomi global maupun nasional.

Dari Amerika Serikat, publikasi data penjualan rumah baru yang sebelumnya di level 2,2 persen (month to month) akan menyita perhatian. Sementara dari dalam negeri, rilis data penanaman modal langsung investor asing (foreign direct investment) yang diperkirakan tumbuh 8,6 persen (year on year) akan turut memengaruhi.

"Saham–saham yang dapat diperhatikan: TLKM, ARNA, BBTN, JSMR," jelas Sinarmas dikutip dari riset hariannya, Minggu (26/7).

Riset yang berbeda, PT NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI) memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4832-4845 dan resisten 4866-4900.

"Potensi penguatan yang dimiliki IHSG tampaknya kembali meredup sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan. Apalagi diikuti dengan kembali maraknya aksi profit taking yang dibarengi melemahnya sejumlah bursa saham global akibat rilis kinerja emiten yang kurang baik," ujar Reza Priyambda, Analis NHKSI dalam riset tersebut.

Adapun sejumlah saham yang menurut Reza patut dicermati pergerakannya di awal pekan adalah PBRX, RSI, MNCN, MYOR, MDRN, JSMR, dan ARNA.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top