(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Awas! Ini Nih 6 Kebiasaan Buruk yang Bikin Berat Badan Tidak Terkontrol

Muchdi
Muchdi

Awas! Ini Nih 6 Kebiasaan Buruk yang Bikin Berat Badan Tidak Terkontrol Ilustrasi makan ( Foto- Getty Images )

WinNetNews.com - Penyiar radio Kemal Mochtar sukses menurunkan berat badannya sebanyak 55,8 kilogram dalam satu tahun. Kemal yang dulu gemuk dengan berat 120 kilogram kini tampak lebih sehat dengan bobot 64,2 kilogram.

Dalam unggahannya di Instagram, Kemal menulis tekadnya untuk mempertahankan berat badannya. Salah satu caranya adalah selalu makan dengan porsi yang benar. Dikutip dari situs detikHealth dari laman Everyday Health, Sabtu (3/11/2018), beberapa kebiasaan memang menjadi penyebab gagal diet. Berikut ini penjelasan dan solusinya.    

1. Kelebihan makan

Psikolog makanan dari Cornell University Brian Wansink mengatakan, seseorang tidak tahu porsi yang tepat jika makan dengan jumlah besar (mindless eating). Dalam risetnya, penonton bioskop makan popcorn 45 persen lebih banyak dalam porsi extra large.

Mindless eating kerap terjadi saat nonton televisi, main game, atau browsing internet. Wanski menyarankan makan dengan porsi kecil, atau tidak makan langsung dari kemasannya. Solusi lain adalah mengambil jeda 15-30 menit saat nonton televisi atau main internet, untuk mengetahui jumlah makanan yang telah dikosumsi.

2. Lebih sering ngemil

Ngemil tanpa henti ternyata berisiko bikin diet gagal, apalagi bila yang dimakan adalah asupan tinggi kalori dan karbohidrat. Efek buruk ngemil makin berat saat diterapkan malam hari ketika tubuh bersiap istirahat.

Solusi kebiasaan ini adalah menerapkan jadwal makan teratur untuk menghindari ngemil atau makan berlebihan. Jika perut terasa lapar pada malam hari, cobalah membayangkan tubuh adalah kantor yang harus tutup pada malam hari. Solusi lainnya menunggu 10 menit sebelum makan stok camilan sehat.

3. Makan terlalu cepat

Riset terhadap 3.200 pria dan wanita menyatakan, makan terlalu cepat berkaitan era dengan kelebihan berat badan. Otak tidak memberi sinyal kenyang hingga 15-20 menit setelah mulai makan. Artinya, porsi makan berisiko lebih besar jika dihabiskan dalam waktu 10 menit atau kurang.

Solusi kebiasaan ini adalah tidak terlalu banyak memasukkan makanan ke dalam mulut. Makanan harus dikunyah halus sebelum ditelan dengan diselingi minum air putih. Saat makan pastikan sempat menaruh sendok di piring di antara suapan. Saran lain adalah menghindari makanan siap saji yang cenderung dimasak dan dihabiskan dengan cepat.

4.Tidak sarapan

Secara umum, tidak makan memperlambat metabolisme yang berisiko menurunkan fungsi tubuh. Risiko lain tidak sarapan adalah, kecenderungan makan berlebihan saat siang yang bisa menyebabkan kenaikan bobot tubuh.

Sarapan bisa dibilang asupan terpenting tiap hari. Bila tidak sempat sarapan, usahakan bawa bekal yang bisa dikonsumsi sambil jalan. Menu sarapan mengandung nutrisi lengkap untuk mendukung kerja tubuh.

5. Makan karena bad mood

Makan bukan mekanisme pertahanan diri menghadapi gejolak emosi. Perasaan baik atau buruk bisa menyebabkan porsi makan bertambah hingga gagal diet.

Bila merasa stres atau bad mood sebaiknya jauh-jauh dari makanan. Kondisi mood bisa dikembalikan dengan aktivitas lain, misal berkumpul dengan teman atau jalan kaki. Aktivitas ini diperlukan untuk mengalihkan fokus dan meredakan emosi.

6. Kurang tidur

Riset yang pernah dilakukan di Jepang membuktikan efek kurang tidur pada porsi makan. Bobot tubuh responden yang tidur kurang dari lima jam lebih mudah naik, daripada yang istirahat tujuh jam per hari.

Solusi kebiasaan ini tidur dan bangun dengan jadwal yang sama setiap hari. Pastikan kamar nyaman dan seluruh sumber cahaya mati satu jam sebelum tidur. Jadwal yang baik membantu menjaga berat badan tetap stabil.

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});