Awas jebakan Bandar SRIL

Awas jebakan Bandar SRIL

Selasa, 26 Jan 2016 | 09:07 | Cincin Suryanto

Pergerakan luar biasa SRIL di tahun lalu, membuat saham SRIL menjadi salah satu saham favorit investor ritel dalam setahun terakhir, kenaikannya yang luar biasa yang juga disertai dengan volatilitas dan volume transaksi yang tinggi membuat saham ini memang sangat ideal untuk trading jangka pendek terutama bagi para trader harian. Namun di awal tahun ini pergerakan yang luar biasa kembali terjadi di saham SRIL, harganya turun tajam dari sebelumnya level 400an sampai sempat menyentuh lebih 255 hari Jumat lalu. Jika melihat grafik di atas kita bisa melihat bahwa penurunan seperti saat ini bukanlah sesuatu yang di luar kewajaran, bahkan bisa dibilang sudah menjadi karakter pergerakan SRIL dalam 8 terakhir. Dalam grafik di atas kita lihat SRIL sudah terkoreksi tajam sebanyak 4 kali, dan semuanya diakhiri dengan kenaikan yang tidak kalah luar biasa.

Jika melihat karekternya pergeerakan harganya di masa lalu, kemungkinan SRIL akan mengalami rebound dalam jangka pendek cukup besar, hal ini semakin dikonfirmasi dengan kenaikan yang terjadi hari Senin kemarin, dimana harga SRIL naik sampai 10%, jika melihat sajarah masa lalu maka potensi SRIL kembali ke level 400an cukup terbuka lebar. Dari sudut pandang fundamental, kami tidak melihat ada indikasi yang cukup buruk yang dapat menjelaskan penurunan harga sahamnya yang begitu tajam. Jadi bisa dibilang saham ini secara technical sangat baik, dan secara fundamental juga ok, maka kemungkinan saham ini kembali naik signifikan dalam beberapa hari kedepan seperti yang terjadi pada masa-masa koreksi sebelumnya cukup besar. Pada awalnya kami pun tertarik untuk mengkoleksi saham ini dengan alasan yang sama dengan hampir semua investor lainnya yang membeli atau mungkin sudah nyangkut di saham ini. Namun ternyata dari sudut pandang

BANDARMOLOGI ANALYSIS kami melihat ada perbedaan yang cukup besar pada koreksi yang terjadi saat ini dengan 4 koreksi yang terjadi sebelumnya. Untuk menjelaskannya kami akan sedikit menjelaskan tentang prinsip dasar bandarmologi :

Dalam prinsip Bandarmologi terdapat 2 istilah yang cukup terkenal :

  • Akumulasi, pristiwa dimana Bandar sebagai pihak yang memiliki modal besar dan kekuatan untuk menggerakan harga melakukan pembelian dari investor ritel.
  • Distribusi, pristiwa dimana bandar menjual saham yang dimilikinya kembali kepada investor ritel, berbeda dengan bandar, investor ritel memiliki modal yang terbatas dan tidak memiliki kemampuan untuk menggerakan harga.

Untuk mendeteksi adanya akumulasi / distribusi kita tidak dapat melihatnya dari pergerakan harga (candlestick) / analisa technical, karena data yang dianalisa dalam analisa technical hanyalah HARGA (open-high-low-close) & VOLUME (jumlah lembar saham yang ditransaksikan pada hari tersebut), jadi tidak mungkin dapat mendeteksi apa yang sedang dilakukan oleh bandar atau investor ritel hanya dari kedua data tersebut.

Selengkapnya :Klik di sini

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...