Skip to main content

Awas, maling siap bobol duit investor

Awas, maling siap bobol duit investor
Awas, maling siap bobol duit investor

Di tengah lesunya bursa, selain nyut-nyutan mengawasi gerak-gerik saham dan kondisi makro, investor harus mewaspadai para penjahat yang selalu mengintai setiap saat. Baru-baru ini, terendus oknum yang mencoba mengubah data diri nasabah, lalu mengambil alih kendali investasi pemodal di beberapa perusahaan efek.

Susy Meilina, Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) mengatakan, sekitar tiga perusahaan efek mengadukan percobaan penipuan. Sang oknum tak bertanggungjawab itu mencoba mengubah alamat email, nomor ponsel, dan rekening bank. Tujuannya, segala kegiatan dan laporan jual beli pemodal yang menjadi target masuk ke email dan ponsel milik oknum.

Setelah itu, oknum ini bisa dengan bebas menjual seluruh portofolio korban. Ditengarai, pencuri ini memiliki identitas palsu yang digunakan untuk melancarkan rencana jahatnya tersebut. "Ada yang mencoba mengganti akun beberapa nasabah di satu perusahaan efek," ujar Susy, kepada KONTAN, Sabtu (8/8) lalu.

Dia belum mengetahui bagaimana sang oknum bisa mengetahui data nasabah. Tak menutup kemungkinan, orang dalam perusahaan efek terlibat. APEI maupun perusahaan efek bersangkutan belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Susy bilang, belum ada oknum yang berhasil membobol rekening nasabah. Perusahaan efek yang hampir kecolongan itu sudah menerapkan prosedur operasi standar (SOP) dengan baik.

Mereka mengonfirmasi ulang ketika ada perintah pengubahan. Para nasabah pun mengaku tidak berencana mengubah pengkinian data. Sayang, Susi enggan menyebut perusahaan efek yang hampir kecolongan itu. Dia hanya bilang, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan para anggota agar hal ini tidak lagi terjadi. Perusahaan efek harus konfirmasi ulang setiap ada perintah terkait nasabah.

Dia juga mengimbau kepada para investor. Jika ada pihak perusahaan efek ingin melakukan konfirmasi, harus direspon dengan baik. "Nasabah suka marah-marah kalau diminta konfirmasi, dijawab saja, ini demi kepentingan semua ," tutur wanita yang juga Direktur MNC Securities ini.

Direktur Infovesta Utama, Parto Kawito menyatakan, untuk mencegah tindak penipuan, nasabah perlu memilih broker kredibel. Nasabah juga harus sering melakukan kontak telepon ke kepala cabang maupun kantor pusat agar proses verifikasi saat penarikan dana berlangsung tertib.

Biasanya, modus penipuan seperti ini melibatkan orang dalam, bahkan melibatkan pejabat sekelas kepala cabang. "Tak mungkin orang luar mengetahui mendetail data nasabah,"

Sebaiknya, akun dari sejak mendaftar awal tak boleh diganti. Jika pun ganti, harus diproses secara ketat, seperti tatap muka langsung.

disadur dari: kontan.co.id

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top