Awas Money Politic Pada Pilkada Serentak

Awas Money Politic Pada Pilkada Serentak

WinNetNews.com - Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif, Very Junaidi, menduga kuat bahwa praktek politik uang masif dilakukan oleh pasangan calon atau timnya pada pilkada. Very membagi dua praktek politik uang, yakni pra-pemungutan suara dan pasca-pemungutan suara.

Seperti dilansir Beritasatu, "Ada dua model politik uang, yakni pra-pemungutan suara artinya uang dibayar sebelum pemungutan dan kemungkinan mulai malam ini sampa besok pagi pasti massif terjadi. Kedua pasca-pemungutan suara, uang dibayar setelah pemungutan suara,” ungkap Very saat dihubungi, Selasa (8/12).

Dalam rangka mengantisipasi praktek politik uang ini, menurut Very, tidak ada cara lain selain meningkatkan pengawasan baik oleh penegak hukum, penyelenggara pemilu dan masyarakat.

"Sementara yang pasca-pemungutan suara, antisipasinya adalah memastikan bahwa pemilih tidak membawa kamera atau handphone kamera ke bilik suara karena itu memungkinkan pemilih untuk memotret pilihannya untuk dijadikan barter,” tandas dia.