Awas Umroh Murah! Jangan-jangan Jaringan Perdagangan Orang!
Konfrensi pers Tindak Pidana Perdagangan Orang/Foto: Zool WNN

Awas Umroh Murah! Jangan-jangan Jaringan Perdagangan Orang!

Rabu, 17 Mei 2017 | 15:16 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Ditemukannya fakta bahwa ada dugaan oknum kedutaan besar terlibat dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok umrah, mendapat perhatian khusus bagi Kementerian Lua Negeri. Terlebih lagi, Bareskrim Mabes Polri baru saja mengungkap modus baru perdagangan orang itu yang salah satunya menggunakan visa untuk umrah.

"Ada informasi keterlibatan oknum di kedutaan. Ini masih didalami, pada saatnya nanti akan kita update," ujar Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal di kantor Bareskrim di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Tim Bareskrim berhasil mengungkap kasus perdagangan orang berkedok umrah dengan jumlah korban 148 orang (sebelumnya dikatakan 80 orang-red). Kebanyakan dari mereka dipekerjakan di negara Timur Tengah, termasuk Suriah.

Padahal sejak tahun 2009, Indonesia memberlakukan moratorium dan melarang pengiriman tenaga kerja ke lima negara. Pada tahun 2015 moratorium diperluas menjadi 15 negara, dan terakhir jumlahnya 19 negara.

Bila terbukti ada oknum kedubes yang terlibat, Kemlu memastikan akan memberikan sanksi.

"Siapa pun yang lakukan tindak pidana harus dilakukan tindakan hukum," kata Iqbal.

Sementara itu, Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto menghimbau masyarakat agar mewaspadai travel umrah yang menawarkan biaya murah.

"Jadi yang umrah ini modus baru. Ada sesuatu yang kami dalami. Kalau ada umrah yang biayanya murah, itu patut dicurigai," kata Ari Dono.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...