Ayah Mirna dan Polisi Miliki Informasi Berbeda dari Australia

Liani
Selasa, 09 Februari 2016 14:08 WIB
Oleh Liani pada Selasa, 09 Februari 2016 14:08 WIB
Image Ayah Mirna dan Polisi Miliki Informasi Berbeda dari Australia

WinNetNews.com - Penyidik Polda Metro Jaya terus mengumpulkan petunjuk untuk menjadi bukti persidangan di kasus kematian Wayan Mirna Salihin akibat racun sianida. Tak tangung-tanggung, polisi mengaku bekerjasama dengan The Australian Federal Police (AFP) atau kepolisian federal Australia.

Polisi mengaku telah memiliki informasi terkait kasus "kopi maut" dari AFP. Namun informasi yang dimiliki oleh polisi ternyata tak sama dengan apa yang dimiliki oleh ayah Mirna, Dharmawan Salihin.

"Punya tapi tak serupa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, M. Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (09/02/2016).

Sebelumnya, Dharmawan mengaku menyewa detektif swasta untuk menyelidiki kematian anaknya. Sama seperti yang dilakukan oleh polisi, Dharmawan terus menyakinkan dirinya bahwa tersangka yang telah ditetapkan polisi, Jessica Kumala Wongso adalah pembunuh Mirna.

Dermawan meyakini, informasi dari kepolisian Australia mampu menguatkan bukti kasus kematian Mirna. Menurutnya, salah satu saksi, Hanie, merupakan saksi kunci dalam membongkar kasus kematian Mirna. “Kuncinya ada di Hani. Hani itu lebih kenal Jessica dibandingkan dengan Mirna. Dia kenal (Jessica) duluan tuh, lalu Mirna datang, kemudian berteman,” kata Dharmawan.

Dilansir dari laman rimanews

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Inilah Percakapan Viral Anies Saat Mencopot Jabatan Walikota Jakarta Timur

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.