(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ayo Mendalami Dunia Media Sosial

Christa Aurora
Christa Aurora

Ayo Mendalami Dunia Media Sosial https://www.huffingtonpost.com/entry/12-ways-to-improve-your-startups-social-media-marketing_us_5a2e0ee6e4b022ec613b8416

Hampir seluruh masyarakat pengguna internet mengakses internet melalui gawainya masing-masing. Dan bila kita bertanya, siapa yang tidak tahu tentang media sosial? Sebagian besar pasti paham apa itu media sosial.

Media sosial ini ternyata membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat atau penggunanya. Bahkan terkadang, dampak negatif dari media sosial sendiri bisa membuat orang lain merasa terancam dan mengganggu kesehatannya.

Fakta Unik Media Sosial

Dalam sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh We Are Social dan Hootsuite, terungkap bahwa setidaknya ada sekitar 130 juta masyarakat Indonesia yang aktif di berbagai media sosial

Hasil survey globalwebindex pada pengguna internet di Indonesia dalam rentang usia 16-64 tahun, menunjukkan bahwa ada beberapa platform media sosial yang aktif digunakan. Platform tersebut terbagi dalam dua kategori media sosial, yaitu media jejaring sosial dan messenger. 

Tingkat frekuensi pengunaan internet

Youtube menempati peringkat pertama dengan persentase penggunaan sebesar 43%, di peringkat ke dua Facebook dengan persentase penggunaan sebesar 41%. (source: databoks.katadata.co.id)

Menariknya lagi, Secara global, pengguna media sosial tumbuh sebesar 13% dalam waktu 12 bulan terakhir. Dan masyarakat Indonesia memperlihatkan pengguna media sosial tumbuh sebesar 23%. Hal ini menunjukkan pertumbuhan pengguna media sosial di Indonesia jauh lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan secara global.

Sisi Buruk Media Sosial

Mirisnya, per tahun 2016, Indonesia menempati urutan kedua tindak kejahatan siber yang tercatat sebanyak 90 juta kali. Dan semasa dari Januari-Oktober 2017, POLRI sudah menangani 1.763 kasus kejahatan siber.

Sebenarnya, apa itu kejahatan siber? Apa saja yang termasuk dalam kejahatan siber? Kejahatan siber adalah aktivitas kejahatan pada jaringan komputer yang dijadikan alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan.

Dalam data tersebut, kejahatan siber yang paling tinggi adalah penipuan. Sementara dalam tiga bulan pertama di tahun 2018, tercatat ada 338 laporan informasi. Menkominfo Rudiantara mengatakan, peringkat tersebut dilihat dari kejahatan peretasan melalui dunia maya.

Tindak Si Palsu

Ini adalah cerita pengalaman pribadi teman saya yang menjadi korban kejahatan siber. Beberapa waktu yang lalu, teman saya berinisial F.N, identitas dirinya sempat dijadikan bahan oleh pihak yang tidak berwenang untuk melakukan penipuan.

Si penipu mengatasnamakan F.N untuk melakukan pemerasan uang kepada teman-teman yang berelasi dengan F.N. Si Penipu mengontak teman-temannya dengan menggunakan media sosial Instagram dan melakukan percakapan melalui fitur “Direct Message”.

Saat itu, si penipu mengatakan bahwa ada anggota keluarganya yang terkena musibah sehingga membutuhkan bantuan dana yang cukup besar.

Beruntung, target penipuan ini cerdas dengan melakukan konfirmasi kepada F.N yang asli melalui Line untuk menanyakkan kebenarannya. Dan berangkat dari situ, F.N tahu bahwa ada kasus penipuan yang mengatasnamakan dirinya bahkan memakai identitasnya untuk menipu orang lain.

Tips dan Trik

Bagaimana caranya agar kita terhindar dari tindak kejahatan siber ?

1.    Berhati-hati dalam menggunggah

Terdengar klise jika disuruh berhati-hati dalam mengunggah, ditambah lagi, sebagai pengguna media sosial masa kini, kita ingin semua orang yang mengetahui media sosial kita tahu apa yang terjadi dengan diri kita.

Namun, daripada unggahan kita malah menjadi bahan untuk tindak kejahatan? Atau bahkan unggahan kita justru berita bohong, yang malah bisa menarik kita masuk dalam tindak kriminalitas, melanggar UU ITE? lebih baik berhati-hati bukan?

2.    Berhati-hati dalam memasukkan data diri

Media sosial bukan jurnal keseharian. Memang terdapat Security Control dan Privacy Policy tapi itu semua kembali lagi merupakan sebuah sistem yang bisa saja mengalami kesalahan teknis. Tidak ada salahnya kita melakukan double protection pada diri kita dengan tidak secara gamblang memasukkan data diri kita seluruhnya kedalam media sosial. Cobalah mulai memilah lagi hal apa yang aman untuk disebarkan dan hal apa yang hanya perlu diketahui oleh orang tertentu saja.

3.    Jangan terpikat oleh penawaran online yang menawarkan keuntungan

Pengguna internet sering menemukan tawaran yang menjanjikan akan memberikan keuntungan besar dengan memberikan informasi data pribadi. Jangan pernah langsung percaya dengan hal-hal seperti itu karena bisa saja semua itu berupa jebakan. Pastikan untuk memeriksa informasi yang kita terima dari internet. (source: mastel.id)

Dengan melakukan hal diatas, dapat membantu kita menjaga diri dari tindak kejahatan siber. Siapkah kamu menjadi generasi pemberantas kejahatan siber? Mari mulai lakukan hal diatas dimulai dari diri kita dan sebarkan !

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});