Skip to main content

Baba Vanga, Wanita Buta Peramal Konflik Suriah, Amerika Serikat, dan Perang Dunia ke 3

Foto: Mirror
Foto: Mirror

WinNetNews.com - Seorang peramal buta pernah memprediksi Brexit, kejadian 9/11, kebangkitan ISIS dan tsunami Boxing Day juga memperingatkan adanya konflik di Suriah, perang nuklir dan kematian presiden AS.

Saat ketegangan makin meningkat antara Amerika Serikat dan Korea Utara, para ahli teori konspirasi percaya bahwa nabiah Baba Vanga mungkin telah meramalkan sebuah perang global yang dahsyat.

Orang Bulgaria, yang meninggal pada 1996 berusia 85 tahun, dikenal sebagai 'Nostradamus dari Balkan'.

Dia dihormati di Rusia untuk tingkat keakuratan ramalannya sekitar 85% ketika menceritakan masa depan, dengan jutaan orang yakin bahwa dia memiliki kemampuan paranormal.

Sebelum dia meninggal, sang peramal membuat ramalan mengerikan tentang penggunaan senjata nuklir dan Perang Dunia ke 3.

Baba meramal sebuah invasi 2016 di Eropa oleh ekstremis Muslim, sebuah konflik yang dia prediksi akan dimulai dengan Musim Semi Arab pada tahun 2010.

Dia juga memperingatkan adanya pertikaian di Suriah dimana "Muslim akan menggunakan perang kimia melawan orang Eropa".

Prediksi tersebut sangat mirip dengan serangan gas Sarin yang diduga dilakukan atas perintah pemimpin Suriah Bashar al-Assad.

Banyak yang menaruh kepercayaan pada prediksi Baba karena keakuratan nubuatan sebelumnya. Para ahli teori percaya bahwa dia telah meramalkan Brexit, bahkan mengatakan bahwa Eropa seperti yang kita ketahui akan "tidak ada lagi" pada akhir tahun 2016.

Apalagi dia mengklaim benua itu akan ditinggalkan "hampir kosong" - dan diubah menjadi "tanah kosong yang hampir seluruhnya tanpa bentuk kehidupan apapun".

Dia menubuatkan bahwa perang nuklir akan menghancurkan dunia dan kebanyakan orang meninggal karena kanker kulit dari senjata kimia.

Baba juga tampaknya memprediksi bahwa Presiden Amerika Serikat ke 45 - yang sekarang kita kenal sebagai Donald Trump - akan menghadapi krisis yang akan "membawa negara ini turun".

Prediksi mengerikannya menyatakan: "Semua orang akan menaruh harapan mereka kepadanya untuk mengakhirinya, tapi sebaliknya akan terjadi; Dia akan membawa negara ini turun dan konflik antara negara bagian utara dan selatan akan meningkat. " seperti dikutip dari Mirror.

Beberapa berspekulasi bahwa referensi "utara dan selatan" bisa berarti Korea Utara dan Selatan.

Apalagi, Baba mengingatkan dari upaya pembunuhan terhadap empat kepala negara pada 2010 akan menjadi salah satu penyebab dimulainya Perang Dunia ke II.

Beberapa diberhentikan prediksi ini tidak tepat karena kepala negara diyakini berpotensi merujuk pada Obama, Sarkozsky, Netanyahu, Vladimir Putin dan Gordon Brown.

Namun, para pengamat mencatat bahwa pemimpin Hamas Mahmudd al-Mabhouh dibunuh di Dubai pada tanggal 19 Januari 2010 dan pemimpin Polandia Lech Kaczynski ditemukan tewas dalam keadaan yang mencurigakan pada tanggal 10 April 2010.

Yang lainnya menunjukkan bahwa Kolonel Libya Muammar Gaddafi terbunuh pada 20 Oktober 2011 dan Saddam Hussein meninggal beberapa tahun sebelumnya pada tanggal 30 Desember 2006.

Semua terkait dengan Musim Semi Arab yang menurut Baba akan mengatur kejadian yang akan membawa konflik global berikutnya.

Prediksi Baba telah ditinjau kembali setelah seorang mistikus lain, yang secara akurat meramalkan kepresidenan Donald Trump, mengklaim mengetahui tanggal pasti Perang Dunia 3 akan dimulai.

Perwakilan 'messenger of God' Horacio Villegas yakin perang nuklir akan pecah pada peringatan 100 tahun kunjungan Bunda Maria Fatima.

Peramal mengklaim telah membayangkan Trump akan memenangkan pemilihan AS sejauh 2015.

Dia dilaporkan meramalkan pengusaha miliarder tersebut akan menjadi "raja illuminati" yang akan "membawa dunia masuk ke dunia maya".

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top