Bagaimana Risiko Penularan COVID-19 Jika Bioskop Dibuka Kembali?

Rusmanto

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Bagaimana Risiko Penularan COVID-19 Jika Bioskop Dibuka Kembali?
ilustrasi

Winnetnews.com - Pemerintah DKI Jakarta merencanakan untuk kembali membuka bioskop pada awal September ini. Demi mencegah penularan COVID-19 di bioskop, pemerintah menegaskan pembukaan ruang-ruang sinema itu akan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. 

Tapi, sejauh mana risiko penularan COVID-19 di bioskop? Apakah protokol kesehatan cukup untuk menghindari terjadinya penularan? Simak ulasan berikut. 

Rencana pembukaan bioskop dan risiko penularan COVID-19

image0

Rencana pembukaan bioskop di Jakarta meski dalam situasi pandemi seperti sekarang dilakukan dengan pertimbangan roda ekonomi. Meski begitu, pemerintah mengklaim rencana pembukaan bioskop ini juga telah mempertimbangkan aspek kesehatan pencegahan penularan COVID-19. 

“Dalam pembukaan aktivitas ekonomi itu melalui proses yang cukup panjang. Pertama itu prakondisi, persiapan fasilitas itu sendiri, dalam fasilitas pendukung, dan kesiapan masyarakat itu sendiri,” kata juru bicara pemerintah untuk COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di media sosial BNPB. 

Berikut beberapa poin pencegahan penularan yang disebutkan Wiku adalah:

  1. Antrean masuk dan keluar gedung bioskop dijaga dengan ketat dengan menjaga jarak paling tidak 1,5 meter.
  2. Penyelenggara harus melakukan pemantauan semua protokol kesehatan dijalankan dengan baik. 
  3. Pengunjung bioskop disarankan berusia di atas 12 tahun dan di bawah 60 tahun, tidak memiliki penyakit penyerta dan dalam kondisi sehat (tidak batuk, demam, sakit tenggorokan, atau sesak napas).
  4. Selama menonton tidak boleh makan minum dan selalu memakai masker.
  5. Masker yang dikenakan disarankan mempunyai kemampuan penyaringan yang setara atau lebih baik dari masker bedah. 
  6. Pembatasan waktu di dalam bioskop tidak lebih dari dua jam.
  7. Memberi jarak antar kursi duduk penonton, tidak ada kontak dengan pengunjung lain atau dengan petugas bioskop.
  8. Semua pemesanan tiket harus dilakukan secara online.

Walaupun sederet aturan dibuat, beberapa ahli kesehatan menilai pembukaan bioskop di Jakarta seharusnya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena angka penularan aktif masih tinggi. 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...