(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bagaimana Sejarah Metromini Di Jakarta?

Muhammad Takdir
Muhammad Takdir

Bagaimana Sejarah Metromini Di Jakarta?
WinNetNews.com - Kendaraan berwarna oranye lalu-lalang di jalanan ibu kota. Metromini menjadi kendaraan khas Jakarta sejak medio 1960-an. Bus-bus yang berada di bawah pengelolaan PT Metromini itu menjadi sarana bepergian murah meriah bagi warga.

Dahulu ketika pertama kali beroperasi, kondisi Metromini jauh berbeda dengan saat ini. Bus ini dimunculkan untuk mengangkut para atlet yang mengikuti ajang The Games of the New Emerging Forces (GANEFO) yang digelar di Jakarta. Ini adalah kompetisi olahraga tandingan Olimpiade.

Setelah perhelatan akbar itu, Metromini yang saat itu bernama Bus Merah tidak memiliki pengelola. Baru pada pertengahan 1970-an Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin membentuk PT Metromini.

Namun pengelolaan PT Metromini bukan tanpa masalah. Saat ini misalnya kepengurusan PT Metromini mengalami dualisme laiknya tren dalam perpolitikan tanah air. Ada dua pihak yang mengklaim sebagai pengurus Metromini yang sah. Satu di bawah Nofrialdi, dan satu lagi di bawah Panjaitan.

Meski demikian, masalah dualisme di internal PT Metromini itu tak membuat pengoperasian bus-bus mereka terhambat. Ribuan Metromini tetap ‘mengotori’ ruas jalanan Jakarta dengan asap hitam mengepul keluar dari knalpot.

 

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya untuk mendamaikan Nofrialdi dan Panjaitan, sebab perseteruan keduanya sudah berlangsung cukup lama.

Berkali-kali Pemprov DKI Jakarta yang diwakili Dinas Perhubungan melakukan mediasi untuk mendamaikan Noafrialdi dan Panjaitan. Namun sayang usaha tersebut selalu menemui kegagalan.

Pada akhirnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan upaya untuk mempertemukan kedua kubu pengelola PT Metromini adalah usaha yang sia-sia belaka.

"Memanggil Metromini itu sudah sering dan itu basa-basi saja karena mereka berdua dipanggil pun tidak mau berdamai," kata Andri di Balai Kota DKI Jakarta, awal Desember.

Dualisme PT Metromini berimbas pada upaya pengintegrasian bus-bus Metromini dengan TransJakarta. Bus-bus oranye itu, bersama seluruh operator bus di Jakarta, diharapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bergabung dengan TransJakarta di bawah Pemprov.

 

Pengintegrasian ini dianggap Ahok –sapaan Basuki– perlu agar pengelolaan dan pengawasan terhadap bus-bus di ibu kota dapat dilakukan dengan lebih baik. Ia yakin hal ini akan menguntungkan semua pihak.

Penumpang, yakni warga Jakarta, bisa menggunakan bus dengan kualitas baik. Mereka juga tidak perlu menunggu lama kedatangan bus pada jam berapapun. Sebabnya, tiap operator yang bergabung akan dibayar dengan rupiah per kilometer sehingga sopir bus tak perlu ngetem menunggu penumpang.

Selain itu, para pemilik bus harus menyediakan bus berkualitas bagus. Mereka juga bisa memperoleh pinjaman uang demi mengadakan bus-bus bermutu.

Keuntungan selanjutnya, para sopir yang bergabung dengan PT TransJakarta akan diberi pelatihan. Penghasilan mereka pun tidak main-main, yakni dua kali upah minimum provinsi (UMP).

Sejauh ini operator yang sudah mendeklarasikan diri siap bergabung dengan PT TransJakarta adalah Kopaja, sedangkan Metromini masih sulit.

(seperti dilansir Detik)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});