Baguskah Obat Maag yang Berbentuk Cairan?
ilustrasi

Baguskah Obat Maag yang Berbentuk Cairan?

Selasa, 2 Jul 2019 | 15:59 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Ketika hendak membeli obat pereda gejala maag, pernahkah Anda bimbang dalam menentukan jenis mana yang terbaik? Secara umumnya, ada dua macam bentuk sediaan obat maag, yakni cair dan tablet yang biasanya harus dikunyah terlebih dahulu. Kedua bentuk obat tersebut tentu memiliki keunggulannya masing-masing. Lantas, apa keuntungan yang akan didapat jika minum obat maag dalam bentuk cair?

Bagaimana cara kerja obat maag?

image0

Maag adalah sekumpulan gejala yang disebabkan oleh adanya gangguan pencernaan. Dengan kata lain, maag hanya sebuah istilah untuk memudahkan penggambaran berbagai gejala terkait sistem pencernaan, dan bukan penyakit yang sebenarnya.

Gejala yang menandakan maag biasanya meliputi mual, muntah, perut kembung, sakit perut, hingga nyeri pada dada seolah terbakar. Sementara berbagai penyakit penyebab maag yakni GERD, irritable bowel syndrome (IBS), tukak lambung, infeksi bakteri, peradangan lambung (gastritis), dan lainnya.

Penting untuk dipahami, maag yang menyerang biasanya disebabkan oleh peningkatan produksi asam pada lambung. Ketika kadar asam di dalam sistem pencernaan melebihi batas normalnya, maka kondisi ini dapat merusak lapisan lambung, usus, hingga kerongkongan (esofagus).

Alhasil, timbullah peradangan yang disertai dengan kemunculan beragam gejala maag lainnya. Itulah mengapa Anda membutuhkan obat maag untuk membantu meringankan gejalanya.

Ada beberapa jenis obat maag cair yang bisa dipilih, yakni antasida, sucralfate, dan ranitidine. Ketiga sama-sama bekerja untuk menetralkan kembali fungsi lambung dan sistem pencernaan seperti sedia kala.

Secara khususnya, obat antasida dapat menurunkan produksi asam, menetralkan kondisi asam pada lambung, sekaligus menghambat kenaikan asam ke kerongkongan.

Antasida juga dapat menghambat kerja enzim pepsin yang dihasilkan oleh lambung. Sebenarnya, enzim pepsin bermanfaat baik karena membantu lambung dalam mencerna makanan.

Namun, produksi enzim pepsin yang hanya dapat aktif di lingkungan asam. Kondisi ini berisiko merusak lapisan lambung, usus, dan kerongkongan jika kadarnya terlalu berlebih.

Sementara sucralfate tidak banyak diserap melalui saluran pencernaan. Tugas obat ini untuk mengobati lapisan perut yang terluka, sekaligus melindunginya dari paparan berbagai zat yang bisa menimbulkan infeksi lanjutan.

Di sisi lain, ranitidine berfungsi untuk mengurangi produksi asam, serta memulihkan masalah pada lambung dan tenggorokan. Atas dasar inilah, obat maag dalam bentuk cair bekerja untuk menetralkan kembali kondisi sistem pencernaan seperti sedia kala.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...