Bahas Kondisi Marawi dan Efek Lanjutannya, Tiga Kemenlu Gelar Pertemuan Trilateral
Juru bicara Kemenlu RI, Ar­manatha Nasir/Foto: Zool WNN

Bahas Kondisi Marawi dan Efek Lanjutannya, Tiga Kemenlu Gelar Pertemuan Trilateral

Rabu, 21 Jun 2017 | 09:26 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com – Pertemuan trilateral antara Kemenlu Indonesia, Kemenlu Filipina dan Kemenlu Malaysia akan tergelar di Manila, Kamis (22/06/2017). Pertemuan wakil dari tiga negara ini, membahas soal keamanan di Marawi, Selatan Filipina, dan wilayah sekitarnya termasuk Indonesia dan Malaysia.

“Pertemuan ini akan dihadiri pejabat dari wakil negara yakni menlu, panglima militer, kepala kepolisian, kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), dan Badan Intelijen Nasional (BIN),” kata Juru bicara Kemenlu RI, Armanatha Nasir, Rabu (21/06/2017).

Armanatha melanjutkan, dikutip dari keterangan resmi, pertemuan itu merupakan inisiatif dari Menlu Retno P Marsudi yang telah bertemu dengan pejabat Filipina dua pekan lalu. Pertemuan lanjutan baru dilaksanakan pada pekan depan.

Pejabat Filipina memang masih belum bisa membahas soal keamanan regional dengan Kemenlu RI karena masih memfokuskan pada perkembangan di Kota Marawi. Pemerintah Filipina saat ini tetap menerapkan darurat militer di kota yang berada di Kepulauan Mindanao tersebut.

Lebih lanjut, Arrmanatha mengungkapkan, akan ada tiga fokus utama yang menjadi agenda pembicaraan dalam pertemuan tersebut.

Pertama, informasi terkait perkembangan situasi di Marawi, tantangan di Marawi, dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk meredam situasi dan meningkatkan keamanan di wilayah itu.

Fokus yang kedua, kata Arrmanatha, pihak Indonesia dan Malaysia akan menyampaikan pandangan terkait perkembangan masalah terorisme di wilayah subkawasan terutama isu soal kedatangan para foreign terrorist fighter (FTF) .

“Sejauh mana keterlibatan FTF dari Indonesia dan Malaysia di wilayah Filipina, lalu mencocokkan data berapa sebenarnya yang kami perkirakan ada di sana,” imbuhnya.

“Saat ini datanya belum pasti, dan memang tidak akan pernah mengetahui berapa jumlahnya, tetapi setidaknya kami bisa mendapat gambarannya,” lanjutnya.

Fokus ketiga, yang penting, yakni membahas langkah kerja sama ke depan untuk bisa melawan dan mengatasi terorisme dan radikalisme, khususnya di wilayah subkawasan.

Arrmanatha mengatakan ada berbagai langkah yang bisa diupayakan kerja samanya dalam konteks pengawasan perbatasan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...