Bahas Nasib Uber, Menkominfo Mendadak Dipanggil Jokowi

Bahas Nasib Uber, Menkominfo Mendadak Dipanggil Jokowi

Selasa, 15 Mar 2016 | 15:26 | Liani
WinNetNews.com - Pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara dengan pihak Grab dan Uber masih berlangsung. Di tengah rapat, Rudiantara mendadak dipanggil ke Istana Negara.

"Uber dan Grab masih rapat di lantai 7. Nanti Pak Menteri akan kembali," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Ismail Cawidu, Selasa (15/3/2016).

Ismail belum bisa memastikan hingga pukul berapa rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini akan selesai.

"Tergantung Pak Menteri. Secepatnya pulang. Kami juga menunggu sambil rapat masalah teknis," singkatnya.

Rapat yang digelar siang ini sendiri merupakan jalan tengah yang diambil Kominfo atas surat rekomendasi Kementerian Perhubungan untuk memblokir aplikasi layanan transportasi online seperti Uber dan GrabCar.

Rapat digelar di kantor Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2016). Dalam jadwal rapat digelar pukul 13.30 WIB, namun belum diketahui siapa saja yang hadir dan pukul berapa dimulai.

image0

Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah yang datang pukul 14.00 WIB belum tahu agenda detail yang akan dibahas dalam rapat kali ini. "Enggak tahu, saya diundang," kata Andri yang mengenakan seragam Dishub DKI itu,

Hadir juga perwakilan GrabCar, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, lalu dari Kemenhub tampak hadir Plt Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Sugihardjo. Sementara Rudiantara sudah lebih dulu berada di kantornya.

Pertemuan itu digelar tertutup. Rencananya, akan ada jumpa pers hasil pertemuan untuk mencari solusi atas GrabCar dan Uber. Sejumlah awak media sudah menunggu untuk hasil rapat itu.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara menyebut pihaknya perlu mengkaji lebih dulu permintaan blokir aplikasi GrabCar dan Uber. Menurutnya, aplikasi yang menjadi kebutuhan masyarakat itu seharusnya bisa diselesaikan di Kemenhub.

"Kita main ubah-ubah begitu saja enggak bisa. Faktanya ada UU yang mengatur, faktanya lagi ada layanan yang lebih affordable (terjangkau) bagi masyarakat. Kita akan cari solusi," ujar Rudiantara saat ditemui di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, siang tadi.

Rudiantara menjelaskan, meski Uber dan Grabcar dinilai Kemenhub melanggar aturan, jika pihaknya melakukan penutupan pada aplikasi tersebut, dikhawatirkan akan timbul gejolak di masyarakat. Apalagi aplikasi tersebut tengah jadi solusi transportasi yang nyaman dan terjangkau.

"Harapannya ada di Perhubungan (Kementerian Perhubungan) ini sebetulnya semuanya bisa diselesaikan, nanti siang kita akan atur pertemuan (GrabCar dan Uber) dan juga Kemenhub," pungkasnya.

Dilansir dari laman detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...