Baidu: Pendapatan Aplikasi Mobile Diprediksi Mencapai US$ 142,1 Juta di Tahun 2016

Baidu: Pendapatan Aplikasi Mobile Diprediksi Mencapai US$ 142,1 Juta di Tahun 2016

Senin, 11 Apr 2016 | 16:10 | contributor-one
WinnetNews.com - Baidu, perusahaan teknologi asal Tiongkok resmi merilis hasil risetnya. Tahun ini, Baidu memprediksi pendapatan aplikasi mobile di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 142,1 juta dan akan meningkat menjadi US$ 197,6 juta di 2018.

Hasil studi terbaru Baidu yang dilaksanakan oleh lembaga riset independen terkemuka GfK Indonesia bertajuk Mobile Apps Market Study Indonesia memperlihatkan bahwa penetrasi aplikasi mobile di kalangan pengguna perangkat bergerak ternyata memang lebih tinggi yakni mencapai 97% dibandingkan dengan penetrasi browser yang sekitar 76%.

Iwan Setiawan, Head Marketing Baidu Indonesia mengatakan, meningkatnya penggunaan Smartphone serta perangkat teknologi lainnya membuat kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap aplikasi mobile juga semakin meningkat. Rata-rata masyaralat Indonesia meluangkan waktu 60 menit tiap hari untuk berinteraksi dengan aplikasi mobile yang telah diunduh ke dalam perangkat bergerak mereka.

“Aplikasi Mobile telah menjadi warna tersendiri dalam mendorong pertumbuhan bisnis di industri kreatif berbasis teknologi informasi. Hal ini menguatkan Baidu akan pentingnya keberadaan aplikasi mobile dalam mendukung produktivitas dan gaya hidup masyarakat masa kini, sekaligus turut mendorong semakin tumbuhnya bisnis pengembangan aplikasi, khususnya di Indonesia,” ujar Iwan di Jakarta, Senin (11/04) .

Menurut Iwan, berdasarkan riset Baidu, aplikasi mobile menawarkan pendapatan yang semakin menjanjikan dari tahun ke tahun. Di tahun 2013, pendapatan yang berasal dari aplikasi mobile di Indonesia mencapai US$ 62,1 juta dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Iwan juga menjelaskan, jenis aplikasi mobile yang paling banyak diunduh oleh pengguna perangkat bergerak di Indonesia adalah Games sekitar 38%, Instant Messaging sebanyak 27% dan Media Sosial sekitar 19%.

" Sementara revenue yang dihasilkan oleh aplikasi mobile di Indonesia juga terus meningkat, dimana tahun 2015 mencapai US$ 118,2 juta. Kami memperkirakan di tahun 2016 ini akan mencapai US$ 142,1 juta dan di tahun 2018 nanti akan mencapai US$ 197,6 juta,"ujarnya.

Hingga saat ini, pendapatan dari aplikasi mobile paling besar masih disumbangkan oleh Mobile Advertising, disusul Paid-Apps Purchase dan In-Apps Purchase.

Iwan melanjutkan, meskipun saat ini pembelian In-Apps masih memberikan kontribusi terendah, namun di masa depan diperkirakan kontribusi dari In-Apps Purchase akan melampaui kontribusi yang disumbangkan dari Paid-Apps Purchase.

Tahun 2015 lalu,tambah Iwan, pendapatan dari Mobile Advertising dari 5 wilayah yaitu Jakarta, Bodetabek, Bandung, Surabaya dan Semarang mencapai US$ 15 juta atau sekitar 71%, mengungguli kontribusi yang disumbangkan oleh Paid Apps Purchase yaitu sekitar US$ 3,2 juta (15%) dan In-Apps Purchase sekitar US$2,9 juta (13%).

" Tahun ini, pendapatan dari Mobile Advertising dari wilayah yang sama diperkirakan akan mencapai US%20,8 juta,” tambah dia. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...