Bakamla RI Amankan 2 Kapal Pencuri Ikan Asal Vietnam

Gunawan Wibisono
Selasa, 02 Agustus 2016 09:00 WIB
Oleh Gunawan Wibisono pada Selasa, 02 Agustus 2016 09:00 WIB
Image Bakamla RI Amankan 2 Kapal Pencuri Ikan Asal Vietnam

WinNetNews.com - KP. HIU 14 yang tergabung dalam Operasi Nusantara VI Bakamla RI beberapa waktu lalu, berhasil mengamankan dua kapal ikan asing asal Vietnam di Perairan Natuna.

Saat melakukan patroli di Perairan Natuna, sekitar pukul 08.00 WIB dan pukul 09.05 WIB, KP. HIU 14 menghentikan dan memeriksa dua unit kapal ikan asing berbendera Vietnam dengan nama lambung BD 97088 TS dengan nakhoda Le Van Hai dan TG 90701 TS dengan nakhoda Tran Van Bay. Kapal ikan asing tersebut masing-masing mengangkut 12 anak buah kapal (ABK) yang kesemuanya merupakan warga negara Vietnam.

Kedua kapal ikan asing tersebut tertangkap tangan saat melakukan kegiatan illegal fishing di ZEEI Perairan Natuna. Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal tersebut disinyalir tidak memiliki dokumen surat kapal yang sah.

Dari hasil penghentian dan pemeriksaan tersebut, diamankan barang bukti berupa dua kapal ikan asing berbendera Vietnam beserta perlengkapannya dan total tangkapan ikan campur sebanyak kurang lebih 2 ton.

Pencurian ikan tersebut dapat melanggar Pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1), Pasal 93 ayat (2) Jo pasal 27 ayat (2), UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

 

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Sama dengan Uruguay dan Argentina, Prancis Dua Kali Juara Piala Dunia

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.