Balada Ricuh Sarri dan Kepa: Siapa Pelatih, Siapa Pemain?

Daniel
Daniel

Balada Ricuh Sarri dan Kepa: Siapa Pelatih, Siapa Pemain? Foto: FOX Sports

Winnetnews.com - Salah satu kejadian menghebohkan pada babak final Piala Liga ketika kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, menolak untuk digantikan oleh Willy Caballero. Ketegangan di antara Kepa dan pelatih Maurizio Sarri terjadi di babak pertama babak tambahan waktu.

Sontak kejadian tersebut membuat bingung banyak pihak. Seisi stadion bertanya-tanya apa yang terjadi. Kepa berulang kali memberi sinyal bahwa ia tidak mau diganti, sementara di pinggir lapangan Sarri mendampingi Caballero yang sudah bersiap untuk masuk.

Sarri dengan tegas memberikan isyarat agar Kepa untuk keluar dari lapangan, namun sambil melambaikan tangan Kepa menolak sambil terlihat emosi. Setelah beberapa menit, akhirnya pergantian pemain dibatalkan.

Sarri mengamuk, kembali ke kursinya sambil mengumpat dan membuka jaketnya. Ia bahkan membanting sesuatu, dan terlihat sangat marah. Asisten pelatih Gianfranco Zola tidak kalah bingung, dan hanya menatap Sarri yang mengamuk.

Pertanyaannya sekarang, siapa pelatih dan siapa pemain? Apa yang dilakukan oleh Kepa jelas bukan sesuatu yang biasa. Untuk Sarri, jelas hal tersebut merupakan sebuah “penghinaan” karena bagaimana pun, pelatih yang menentukan. 

Tampak hanya David Luiz yang menghampiri Kepa saat kejadian belangsung untuk membujuknya. Pemain The Blues lainnya sama sekali tak tampak membujuk Kepa untuk keluar, atau setidaknya, mendekati Sarri dan Kepa untuk segera menyelesaikan petikaian. Tidak satu pun, bahkan tidak dilakukan oleh sang kapten Cesar Azpilicueta. 

Tidak mengherankan pasca laga banyak kecaman yang dialamatkan kepada kiper berusia 24 tahun tersebut. Sebaliknya, banyak dukungan untuk Sarri karena dinilai menjadi korban keegoisan sang kiper muda termahal di dunia tersebut.

Alasan Sarri untuk memasukan Caballero bisa jadi karena ia sudah mengantisipasi bahwa laga akan berakhir dengan adu penalti. Seperti diketahui Caballero merupakan kiper yang cukup piawai dalam babak adu tos-tosan. Hal itu dibuktikan saat ia masih berseragam Manchester City.

Apa yang ditampilkan di Wembley semalam, ketegangan antara Kepa dan Sarri, bagaikan kesimpulan dari Chelsea musim ini: tidak ada chemistry antara pemain dan pelatih. Tidak ada respect yang harusnya diberikan oleh pemain, dan didapatkan oleh pelatih. 

Betapa malangnya Sarri. Dalam beberapa bulan terakhir namanya berulang kali dikaitkan akan didepak, performa klub anjlok total di kancah Liga Inggris, dan sekarang pemainnya jelas-jelas tidak menuruti perintahnya di depan lebih dari 80 ribu pasang mata yang ada di Wembley. Jika Sarri memutuskan hengkang, maka tidak heran.

Apa Reaksi Kamu?