Skip to main content

Balada Tiga Saham Premium

Balada Tiga Saham Premium
Balada Tiga Saham Premium

Dua pekan lalu, PT Delta Djakarta Tbk.—produsen dan distributor bir merek ternama seperti Anker, Carlsberg, San Miguel, dan Kuda Putih—mengumumkan rencana pemecahan nilai saham (stock split). Rencana stock split dengan rasio 1:50 itu telah disepakati rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Harga saham emiten berkode DLTA ini nantinya menjadi Rp4.900, jauh lebih murah dari harga per 16 Juni yang menembus Rp245.000 per saham.

Rencana tersebut disambut positif investor, salah satunya investor ritel asal Jakarta, Darwin (50). Stock split dianggap opsi yang tepat agar harga sahamnya lebih terjangkau. Namun, dia menekankan likuiditas saham pasca-stock split menjadi penting karena investor ritel lebih suka saham likuid, tinggi profitabilitas, dan kinerja emitennya konsisten positif.

“Yang penting bukan hanya harga saham, tapi likuiditas saham itu di pasar seperti apa. Saham Delta juga belum tentu likuid setelah stock split,” ujar Darwin yang sudah lima tahun berinvestasi saham, baik di sektor keuangan maupun properti.

Alan D. Vera Fernandez, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Delta Djakarta, dalam paparan publiknya mengatakan perseroan akan berkonsultasi dengan biro efek Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memproses stock split. “Kami memahami aturan Bursa, batas stock split paling lambat Januari 2016. Kami akan berusaha melakukan stock split sebelum akhir tahun ini,” ujar Alan. Saat ini, saham publik di DLTA mencapai 18,33%, sisanya dikuasai San Miguel Malaysia Pte. Ltd. (58,33%) dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta (18,33%).

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top