Balas Dendam, Iran Gelar Sayembara 'Dapatkan Kepala Trump'
Demonstran Iran dendam atas serangan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani. [Foto: Jawapos.com]

Balas Dendam, Iran Gelar Sayembara 'Dapatkan Kepala Trump'

Senin, 6 Jan 2020 | 09:50 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Iran menyiapkan hadiah sebesar USD80 juta atau setara Rp1,1 triliun bagi siapa saja yang bisa membawa kepala Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sayembara ini diumumkan pasca serangan udara AS yang menewaskan komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani.

Mengutip SINDOnews.com, pengumuman hadiah itu disiarkan langsung stasiun televisi Iran, Channel One yang menayangkan jutaan orang Iran turun ke jalan untuk menghadiri pemakaman Soleimani.

"Iran memiliki 80 juta penduduk. Berdasarkan populasi Iran, kami ingin mengumpulkan USD80 juta, yang merupakan hadiah bagi mereka yang mendekati kepala Presiden Trump," bunyi eulogia tau pidato yang disampaikan dalam upacara pemakaman seseorang pada prosesi pemakaman, yang juga disiarkan Al Arabiya, hari Minggu (5/1).

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran, Hassan Rouhani telah berjanji untuk balas dendam secara keras terhadap AS atas kematian Soleimani. Ancaman balas dendam juga disuarakan kelompok-kelompok milisi pro-Iran, termasuk Hizbullah Lebanon.

Seorang anggota parlemen Iran, Abolfazl Abutorabi, dalam pidatonya yang berapi-api menyerukan warga negaranya untuk menyerang Gedung Putih secara langsung sebagai respons atas kematian Jenderal Soleimani.

"Kami dapat menyerang Gedung Putih itu sendiri, kami dapat merespons mereka di tanah Amerika. Kami memiliki kekuatan, dan insya Allah kami akan merespons pada waktu yang tepat," kata anggota parlemen Abolfazl Abutorabi pada hari Minggu, seperti dikutip dari kantor berita Iran, ILNA, Senin (6/1).

Washington menganggap Soleimani bertanggung jawab atas kematian ratusan anggota pasukan Amerika, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)—induk dari Pasukan Quds—telah dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah AS.

"Iran harus menghancurkan gigi Amerika," kata Abutorabi selama pidato di depan Parlemen Iran.

Trump sendiri pada Sabtu malam mengancam akan meningkatkan kekerasan terhadap Iran.

"Biarkan ini berfungsi sebagai peringatan bahwa jika Iran menyerang setiap orang Amerika, atau aset Amerika, kami telah menargetkan 52 situs Iran (mewakili 52 sandera Amerika yang diambil oleh Iran beberapa tahun yang lalu), beberapa (situs) di tingkat yang sangat tinggi dan penting bagi Iran dan budaya Iran," ancam Trump via Twitter.

Trump mengatakan serangan AS terhadap situs-situs Iran akan sangat cepat dan sangat keras.

"AS tidak menginginkan ancaman lagi!" lanjut Trump.

Para pejabat militer AS mengatakan serangan rudal yang menyebabkan kematian Soleimani adalah tanggapan atas ancaman yang akan segera terjadi yang ia dan IRGC Iran lakukan terhadap warga Amerika di kawasan Timur Tengah.

Sejak pembunuhan jenderal top Iran tersebut, Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon telah memerintahkan semua warga AS di Irak untuk segera meninggalkan negara itu. [sindo]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...