Skip to main content

Bambang Brodjonegoro Menjadi Ketua Komite Pembangunan Bank Dunia

Bambang Brodjonegoro Menjadi Ketua Komite Pembangunan Bank Dunia
Bambang Brodjonegoro Menjadi Ketua Komite Pembangunan Bank Dunia

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro RI ditunjuk untuk menjadi Ketua Komite Pembangunan Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF). Dia akan memimpin para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari banyak negara.

"Terpilihnya Menkeu Bambang Brodjonegoro secara aklamsi sebagai Chair Development Committee sejalan dengan arahan Presiden RI, agar Indonesia mengambil peran aktif dalam mereformasi arsitektur keuangan global, karena posisi Ketua Development Committee sangat strategis dalam menentukan warna kebijakan Bank Dunia di negara-negara anggotanya," kata Direktur Eksekutif Indonesia di Bank Dunia, Rionald Silaban, seperti dikutip Senin (14/9/2015)

Dia akan menjalankan tugas mulai 2016 hingga 2018, menggantikan posisi Marek Belka, Gubernur Bank Sentral Polandia yang sudah menjabat sejak 2014.

Komite Pembangunan ini yang sebelumnya dikenal dengan komite kerja sama antar menteri dan gubernur bank sentral, merupakan forum bertaraf menteri yang diprakarsai oleh Bank Dunia dan IMF untuk membahas serta mencari solusi dari berbagai isu pembangunan terkini.

Fungsi dan tuags dari komite ini adalah untuk memberikan saran kepada dewan gubernur bank sentral dan pengelola moneter mengenai isu pembangunan dan sumber pembiayaan yang dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi di negara berkembang.

Ada 25 anggota komite, termasuk menteri keuangan atau pembangunan yang juga merupakan perwakilan anggota bank dunia dan IMF. Mereka dipilih oleh masing-masing negara atau regional. Ketua komite dipilih dari anggota komite dan diampingi oleh sekretaris eksekutif.

Komite pembangunan melakukan pertemuan dua kali setahun, yaitu saat musim semi dan musim gugur bersamaan waktunya dengan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia. Agenda pertemuan tersebut berdasarkan rekomendasi dari ketua, Presiden Bank Dunia, Direktur IMF serta Dewan Eksekutif Bank Dunia dan IMF.

Menurut Bambang, penunjukan tersebut merupakan apresiasi dunia Internasional terhadap apa yang telah dicapai Indonesia, khususnya terhadap pembangunan yang telah berjalan sejak cukup lama.

"Hal tersebut menunjukkan apresiasi dunia Internasional terhadap proses pembangunan di Indonesia," tegas Bambang dalam pesan singkatnya kepada detikFinance.

Selain itu, Indonesia mengalami kemajuan cukup signifikan sejak usainya masa krisis moneter di 1998. Baik dari sisi politik maupun ekonomi yang akhirnya mampu menciptakan fundamental yang cukup kuat.

Sebagai negara besar, Indonesia akan memiliki pengaruh untuk perekonomian global. Termasuk juga mampu untuk menjadi acuan dan berbagi kepada banyak negara lainnya. Terutama sesama negara berkembang.

"Serta pengakuan akan makin berperannya Indonesia dalam percaturan ekonomi global," imbuhnya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top