Band Trash Metal Legendaris Slayer Akan Gelar Tur Perpisahan

Muchdi
Muchdi

Band Trash Metal Legendaris  Slayer Akan Gelar Tur Perpisahan ilustrasi

WinNetNews.com - Band trash metal legendaris asal Amerika Serikat, Slayer mengumumkan akan menggelar tur perpisahan. Melalui akun media sosialnya, band dengan hit Eyes of The Insane tersebut menyebut jadwal tur akan segera diumumkan.

“Akhir sudah dekat, Slayer akan tur keliling dunia sekali lagi,” kata salah satu band trash metal terbesar di dunia tersebut.

 

 

The End is Near... #Slayer to tour the world one more time...

A post shared by Slayer (@slayerbandofficial) on

sumber:Instagram.com/slayerbandofficial

Dalam video tersebut, Slayer belum mengumumkan tanggal pasti penyelenggaraan tur konser perpisahannya itu. Namun, jadwal yang paling awal diumumkan adalah untuk kawasan Amerika Utara.

Didirikan pada 1981, Slayer kini beranggotakan Kerry King, Tom Araya, Paul Bostaph, dan Gary Holt. Sepanjang kariernya, band ini menciptakan berbagai hit dan mendapatkan penghargaan.

Dikutip dari  CNN Indonesia, Selasa (23/01/2018), Slayer meraih popularitas melalui lagu hit mereka, Reign in Blood pada 1986. Dan karenanya, mereka disebut ‘Big Four’ band trash metal terbesar bersama Metallica, Megadeth, dan Anthrax.

Sejak debut album pada 1983, Slayer telah merilis 12 album studio, dua album konser, enam video musik, dan sejumlah karya lainnya.

Pun, Slayer meraih lima nominasi Grammy Awards, dan memenangkan sebuah Grammy pada 2007 atas lagu Eyes of the Insane, dan pada 2008 atas lagu Final Six.

Billboard menyebut, salah satu band pencipta aliran trash metal ini telah melalui beragam badai karier dan juga kontroversi sepanjang eksistensi mereka.

Sumber: YouTube

Terutama, ketika gitaris mereka, Jeff Hanneman meninggal pada 2 Mei 2013 akibat kerusakan hati yang terkait dengan konsumsi alkohol.

Padahal, Hanneman merupakan salah satu andalan Slayer atas kontribusinya baik berupa lirik maupun melodi di hampir seluruh album dan lagu.

Hanneman terkenal akan bakatnya di lagu Raining Blood, War Ensemble, South of Heaven, Seasons in the Abyss, dan Angel of Death yang hampir selalu dimainkan ketika Slayer tampil di atas panggung.

Sepanjang karier band ini pula, beragam kontroversi datang, salah satunya beragam kritikan atas karya Slayer yang selalu identik dengan pembunuhan, nekrofilia, penyiksaan, genosida, satanisme, terorisme, anti-agama, hingga Nazi.

Meski banyak kontroversi, band ini tercatat telah menjual jutaan kopi. Menurut data Nielsen Soundscan, mengutip Billboard pada 2015, band ini telah menjual lebih dari 4,9 juta kopi hanya di Amerika Serikat pada 1991 hingga 2013.

Apa Reaksi Kamu?