Banggar DKI Sebut Anies Jilat Ludah Sendiri
sumber foto : istimewa

Banggar DKI Sebut Anies Jilat Ludah Sendiri

Selasa, 28 Agt 2018 | 21:55 | Oky

Winnetnews.com - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018 diprediksi akan mengalami kenaikan sebesar Rp6,1 triliun. Penyebab kenaikan yakni adanya sejumlah BUMD yang mengajukan penyertaan modal daerah (PMD).

Anggota Banggar DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengkritisi pengajuan PMD tersebut. Dia bahkan mempertanyakan sikap inkonsisten Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang berencana memasukan PMD pada APBD-P.

"Kemarin Anies-Sandi ketat sekali dengan PMD, meniadakan PMD dengan alasan supaya BUMD bisa mandiri, kenapa sekarang dikeluarkan lagi? Tiba-tiba ludah yang dikeluarkan dijilat kembali," kata Bestari saat rapat penyusunan anggaran APBD Perubahan di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018.

BUMD yang mengajukan PMD pada APBD-P 2018 ini ialah PT Mass Rapid Transit, PT Jakarta Propertindo, PD PAL Jaya, PD Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Pembangunan Sarana Jaya, PDAM Jaya, dan PD Pasar Jaya. Total PMD yang diajukan tak main-main, mencapai Rp10,997 triliun.

Bestari menilai Anies tak tegas dengan keputusannya sendiri. "Kalau bilang mandiri ya mandiri saja ke pihak ketiga," ungkapnya.

Pada penetapan APBD murni 2018, hanya ada dua BUMD yang disetujui mendapatkan PMD yakni PT.MRT Jakarta dan PT Jakarta Propertindo. Alasannya, kedua perusahaan daerah tengah mengebut dua proyek transportasi yakni Mass Rapit Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

Sedangkan lima perusahaan daerah yang PMD-nya dihapus saat itu antara lain PT Jakarta Tourisindo yang sebelumnya diusulkan mendapat Rp23 miliar, PD Dharma Jaya Rp39 miliar, PT Asuransi Bangun Askrida Rp4,4 miliar, PT Food Station Tjipinang Jaya Rp125 miliar, dan PD Pembangunan Sarana Jaya Rp394 miliar.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...